4. Tidak Semua Benjolan Merupakan Jerawat

Nah Growthmates, penting untuk membedakan jerawat dengan masalah kulit lainnya. Benjolan kecil yang terasa gatal dan muncul terutama dalam kondisi panas dan lembap, misalnya, dapat merupakan folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut.

Begitu pula dengan kulit yang tiba-tiba memerah, terasa perih, atau mengalami iritasi setelah menggunakan produk baru. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda dermatitis kontak, bukan jerawat.

Kesalahan dalam mengenali kondisi kulit dapat membuat seseorang menggunakan produk yang tidak sesuai. Mengaplikasikan terlalu banyak produk antijerawat pada kulit yang sedang mengalami iritasi justru dapat memperburuk kondisi dan merusak lapisan pelindung kulit atau skin barrier.

5. Terlalu Banyak Produk Perawatan Kulit

Keinginan mendapatkan kulit yang lebih bersih terkadang membuat seseorang menggunakan banyak produk dalam waktu bersamaan. Masker wajah, produk peeling, toner, hingga berbagai bahan aktif yang digunakan secara berlebihan justru dapat membuat kulit mengalami iritasi.

Alih-alih menambahkan semakin banyak produk, rutinitas perawatan kulit sebaiknya dibuat sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Gunakan pembersih dan pelembap yang sesuai, pilih kosmetik yang tidak mudah menyumbat pori-pori, serta pastikan makeup dibersihkan secara menyeluruh sebelum tidur.

Selain itu, ketika jerawat muncul, keinginan untuk segera memencet atau mengeluarkan isinya memang sulit dihindari. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat.

Memencet jerawat juga dapat menyebabkan luka pada kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, sebaiknya hindari menyentuh atau memanipulasi area yang sedang mengalami peradangan.

Baca Juga: Bisakah Stres Menyebabkan Jerawat dan Eksim? Ini Penjelasan Dokter