Growthmates, bangun tidur dengan jerawat besar di wajah tentu mengganggu, terlebih jika sehari sebelumnya kulit masih terlihat baik-baik saja.

Namun, jerawat sebenarnya tidak muncul dalam semalam. Benjolan yang terlihat di permukaan kulit dapat berawal dari sumbatan minyak dan sel kulit mati yang telah terbentuk selama berhari-hari.

Berbagai faktor seperti perubahan hormon, stres, kurang tidur, pola makan, keringat, serta penggunaan produk tertentu kemudian dapat memicu peradangan dan membuat jerawat semakin terlihat.

Lantas, apa saja yang dapat membuat kulit lebih mudah berjerawat? Dikutip dari Times of India, Kamis (1/10/2026), berikut penjelasannya.

1. Pola Makan dan Makanan Tinggi Gula

Perubahan pola makan dapat berpengaruh pada kondisi kulit, terutama pada orang yang memang memiliki kulit rentan berjerawat. Namun, anggapan bahwa makanan berminyak secara langsung membuat kulit semakin berminyak tidak sepenuhnya tepat.

Dr. Rinky Kapoor, salah satu pendiri sekaligus direktur The Esthetic Clinics®, menjelaskan bahwa faktor yang lebih relevan pada sebagian orang adalah frekuensi konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi.

“Perubahan pola makan juga dapat memengaruhi kulit yang rentan berjerawat, meskipun hubungan sebab-akibatnya sering kali disalahpahami. Berbeda dengan anggapan umum, mengonsumsi makanan berminyak tidak secara langsung membuat kulit memproduksi lebih banyak minyak,” jelasnya.

Menurutnya, makanan manis, karbohidrat olahan, dan minuman bergula dapat memengaruhi kadar gula darah serta jalur insulin, termasuk insulin-like growth factor-1 (IGF-1). Jalur tersebut berkaitan dengan produksi sebum dan perubahan pada folikel rambut yang pada sebagian orang dapat berkontribusi terhadap munculnya jerawat.

“Hal ini bukan berarti hidangan tertentu harus dihindari sepenuhnya, namun perubahan pola makan yang berulang dapat berdampak pada mereka yang memang sudah rentan mengalami jerawat,” tambahnya.

2. Produk Rambut yang Menyentuh Kulit

Tidak hanya produk perawatan wajah, produk yang digunakan pada rambut juga dapat menjadi pemicu jerawat. Minyak rambut, serum, krim penata rambut, dan berbagai produk styling dapat berpindah ke dahi, pelipis, maupun pipi, terutama ketika kulit berkeringat.

Produk-produk tersebut berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu acne cosmetica, yaitu jerawat yang berkaitan dengan penggunaan produk kosmetik atau perawatan rambut.

Jika jerawat lebih banyak muncul di sekitar garis rambut, produk yang digunakan pada rambut patut menjadi salah satu hal yang diperhatikan.

3. Panas, Keringat, dan Gesekan

Kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Cuaca panas, kelembapan tinggi, dan keringat dapat membuat kulit lebih mudah mengalami masalah, terlebih jika disertai gesekan berulang.

Gesekan dari pakaian, aksesori, tali, atau benda lain yang terus bersentuhan dengan kulit dapat memicu acne mechanica. Jenis jerawat ini muncul akibat tekanan, gesekan, atau iritasi berulang pada kulit.

Karena itu, area tubuh atau wajah yang terus mengalami gesekan perlu mendapat perhatian, terutama jika benjolan muncul berulang di lokasi yang sama.

Baca Juga: Sakit dan Bikin Gak Nyaman! Ini Penyebab Munculnya Jerawat di Dalam Hidung

4. Tidak Semua Benjolan Merupakan Jerawat

Nah Growthmates, penting untuk membedakan jerawat dengan masalah kulit lainnya. Benjolan kecil yang terasa gatal dan muncul terutama dalam kondisi panas dan lembap, misalnya, dapat merupakan folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut.

Begitu pula dengan kulit yang tiba-tiba memerah, terasa perih, atau mengalami iritasi setelah menggunakan produk baru. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda dermatitis kontak, bukan jerawat.

Kesalahan dalam mengenali kondisi kulit dapat membuat seseorang menggunakan produk yang tidak sesuai. Mengaplikasikan terlalu banyak produk antijerawat pada kulit yang sedang mengalami iritasi justru dapat memperburuk kondisi dan merusak lapisan pelindung kulit atau skin barrier.

5. Terlalu Banyak Produk Perawatan Kulit

Keinginan mendapatkan kulit yang lebih bersih terkadang membuat seseorang menggunakan banyak produk dalam waktu bersamaan. Masker wajah, produk peeling, toner, hingga berbagai bahan aktif yang digunakan secara berlebihan justru dapat membuat kulit mengalami iritasi.

Alih-alih menambahkan semakin banyak produk, rutinitas perawatan kulit sebaiknya dibuat sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Gunakan pembersih dan pelembap yang sesuai, pilih kosmetik yang tidak mudah menyumbat pori-pori, serta pastikan makeup dibersihkan secara menyeluruh sebelum tidur.

Selain itu, ketika jerawat muncul, keinginan untuk segera memencet atau mengeluarkan isinya memang sulit dihindari. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat.

Memencet jerawat juga dapat menyebabkan luka pada kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, sebaiknya hindari menyentuh atau memanipulasi area yang sedang mengalami peradangan.

Baca Juga: Bisakah Stres Menyebabkan Jerawat dan Eksim? Ini Penjelasan Dokter