Rencana restrukturisasi tersebut membagi pemungutan suara ke dalam beberapa kelompok, yaitu kelompok piutang dengan hak prioritas atas biaya proyek konstruksi, kelompok piutang dengan jaminan kebendaan, kelompok piutang pajak, dan kelompok piutang biasa.
Piutang karyawan tidak mengalami penyesuaian dan sesuai hukum tidak dibentuk kelompok pemungutan suara.
Selain itu, dibentuk pula kelompok pemegang saham untuk memberikan suara atas penyesuaian hak pemegang saham yang terkait dalam rencana restrukturisasi.
Hingga berakhirnya masa pemungutan suara, rencana restrukturisasi Jiangsu Delong memperoleh persetujuan dengan dukungan suara mayoritas yang kuat dari rapat kreditur maupun rapat kelompok pemegang saham.
Pada 24 Maret 2026, Pengadilan Xiangshui di Jiangsu secara resmi mengesahkan rencana restrukturisasi Jiangsu Delong dan mengakhiri proses restrukturisasi Jiangsu Delong.
Berdasarkan rencana restrukturisasi Jiangsu Delong, Zheshang Development (000906.SZ) atau entitas yang ditunjuknya akan mengakuisisi 75% dari porsi 99,84% saham GNI yang secara tidak langsung dimiliki oleh Delong melalui investasi restrukturisasi ini.
Zheshang Development merupakan perusahaan milik negara tingkat Provinsi Zhejiang yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Shenzhen, Tiongkok.
Perusahaan ini terutama bergerak di bidang layanan integrasi rantai pasok, dengan fokus utama pada rantai pasok komoditas logam ferrous dan non-ferrous.
Selama tiga tahun berturut-turut, pendapatan operasionalnya melampaui USD 25 miliar, dengan laba bersih melebihi USD 50 juta.
Menurut informasi yang diperoleh, dalam investasi terhadap GNI kali ini Zheshang Development akan menggandeng Jinhai Stainless Steel, sebuah perusahaan mapan di Tiongkok dengan pengalaman lebih dari 27 tahun dalam industri peleburan baja tahan karat.
Setelah rancangan rencana restrukturisasi diumumkan, GNI pada 10 Februari 2026 telah menggelar rapat dengan mengundang perwakilan dari perusahaan peleburan nikel besi berbasis modal Tiongkok seperti VDNI dan NNI, serta perwakilan dari berbagai kalangan lainnya, untuk secara resmi memulai proses transisi dan serah terima terkait GNI.
Baca Juga: Cabut Izin 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat, Kenapa Prabowo Biarkan PT Gag Nikel Tetap Beroperasi?