dr. Vardian melanjutkan, rasa kenyang yang muncul lebih awal tersebut pada akhirnya dapat membantu mengurangi porsi makanan yang dikonsumsi.

“Sehingga kita akan sudah merasa kenyang terlebih dahulu, sehingga porsi makan kita bisa jauh lebih sedikit,” lanjut dr. Vardian.

Selain membantu memberikan sensasi kenyang, ia menyebut konsumsi air dingin juga dapat meningkatkan termogenesis secara ringan.

dr. Vardian menjelaskan, termogenesis merupakan proses produksi panas oleh tubuh yang membutuhkan energi, sehingga dapat memberikan sedikit tambahan pada pengeluaran energi.

“Selain itu, pada kondisi minum air dingin dapat meningkatkan termogenesis secara ringan dan memberi tambahan energi keluaran,” ujar dr. Vardian.

Lebih lanjut, dr. Vardian mengingatkan bahwa faktor yang perlu diperhatikan ketika makan di luar bukanlah suhu minuman, melainkan kandungan di dalamnya.

“Jadi yang bikin gemuk bukan suhu atau esnya. Tapi gulanya, sodanya, bobanya,” tegasnya.

Minuman dengan tambahan gula, soda, atau berbagai topping memang dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.

Karena itu, kata dia, memilih air putih dingin tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan yang lebih baik ketika makan di luar.

Dr. Vardian pun mengajak masyarakat untuk tidak lagi merasa khawatir memesan air es ketika makan di restoran atau tempat makan lainnya.

“Jadi bapak-bapak, ibu-ibu, normalisasi pesan air es ketika kita makan di luar. Bukan karena kita nggak mampu, tapi kita mulai aware dengan kesehatan kita,” tandas dr. Vardian.

Baca Juga: Makan Malam Sebelum Tidur, Berapa Jam Jarak yang Ideal? Ini Kata Dokter