Sebuah momen dalam rapat resmi pemerintah yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi sorotan. Saat Prabowo tengah memberikan arahan serius soal mitigasi bencana, Teddy terlihat menggeser mikrofon utama yang berada di hadapan sang presiden.
Momen tersebut terjadi ketika Prabowo sedang membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk ancaman kebakaran di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Yang perlu diperhatikan kebakaran dekat IKN. Kita harus kerahkan kekuatan lebih, jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,” ujar Prabowo dalam rapat tersebut.
Aksi Teddy kemudian mendapat perhatian dari pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu. Ia menilai momen tersebut justru dapat menjadi bumerang bagi Istana karena berpotensi menimbulkan berbagai tafsir di tengah publik.
Baca Juga: Seskab Teddy Berani Banget Geser Mikrofon Pas Prabowo Lagi Ngomong, Ini Sih Gol Bunuh Diri Istana!
Said Didu bahkan menyebut peristiwa itu sebagai “gol bunuh diri” yang dilakukan pihak Istana. Ia juga mempertanyakan apakah kejadian tersebut merupakan bentuk pembusukan terhadap Presiden Prabowo.
“Inilah contoh ‘gol bunuh diri’ yang sering dilakukan oleh pihak istana. Atau memang terjadi pembusukan di istana kepada Presiden @prabowo?” tulis Said Didu melalui akun X pribadinya, dikutip Rabu (9/9/2026).
Menurut Said Didu, kejadian seperti itu semestinya tidak terjadi dalam sebuah rapat resmi yang melibatkan kepala negara. Ia bahkan menilai rekaman tersebut seharusnya bisa diulang atau diedit jika memang terdapat alasan tertentu di balik tindakan Teddy.
“Betapa berkuasanya Seskab di negeri ini,” imbuhnya.
Dalam video yang beredar, Teddy yang duduk di samping Prabowo terlihat memindahkan mikrofon menjauh dari posisi bicara presiden. Pada saat yang sama, Teddy tampak membisikkan sesuatu kepada Prabowo.
Setelah menerima bisikan tersebut, Prabowo terlihat mengangguk beberapa kali sebelum melanjutkan rapat.
Baca Juga: Saran Pak Prabowo: Tolong Perbanyak Menteri Seperti Teddy, Biar Gak Pencitraan!
Narasi yang beredar mengenai video itu menyebut tindakan Teddy berkaitan dengan informasi mengenai situasi darurat lain. Salah satunya disebut menyangkut perkembangan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, narasi tersebut menjadi bagian dari perbincangan publik setelah potongan video tersebut beredar. Sementara itu, Said Didu memilih menyoroti tindakan pemindahan mikrofon tersebut dan mempertanyakan alasan di baliknya.
Terlepas dari berbagai tafsir yang muncul, momen tersebut memperlihatkan bagaimana gestur kecil dalam rapat resmi pemerintah dapat memicu perhatian publik, terlebih ketika terjadi saat Presiden Prabowo sedang menyampaikan arahan terkait penanganan bencana.