Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melapor progres pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam di Hambalang, Bogor, Jawa Barat itu Menteri Ara sapaan Maruarar melaporkan sederet perkembangan pembangunan hunian bersubsidi itu termasuk masalah pembebasan lahan. Dimana Ara menyebut pihaknya telah melakukan pembebasan puluhan hektare lahan sebagai langkah awal pembangunan rusun bersubsidi yang dimaksud.
Baca Juga: Prabowo Bongkar Pasang Kabinet Merah Putih, Siapa Saja yang Kena Reshuffle?
“Dalam pertemuan itu dibahas beberapa hal terkait perumahan yaitu: Telah dilaksanakannya land clearing lahan seluas 30 hektare untuk rumah susun bersubsidi di Cikarang, Kabupaten Bekasi," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam sebuah unggahan di akun instagram @sekretariat.kabinet dilansir Jumat (30/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Ara kata Teddy juga melaporkan rencana groundbreaking untuk 141.000 unit rumah bersubsidi itu. Ratusan ribu unit rumah subsidi ini akan dibangun di tiga lokasi yang berdekatan.
"Telah rampungnya rencana groundbreaking 141.000 unit rumah bersubsidi yang nantinya akan tersebar di 3 kawasan berdekatan tersebut," ucapnya.
Teddy mengatakan tempat tinggal itu terletak sangat dekat dengan pusat kota serta memiliki akses yang baik ke berbagai fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, perkantoran, dan pabrik, termasuk jalan besar. Teddy juga menambahkan bahwa pembangunan sebanyak 141.000 unit rumah subsidi ini akan menyerap sekitar 80.000 tenaga kerja.
Baca Juga: Prediksi Pilpres 2029: Prabowo dan Anies Kembali Bersaing
"Dengan adanya pembangunan tersebut, diperkirakan akan terserap sekitar 80 ribu tenaga kerja di segala sektor dan mempercepat perputaran rantai perekonomian," tandasnya.