Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Edi Suhardi mengatakan hilirisasi Kelapa Sawit berkontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia.
Lewat hilirisasi peluang ekspor semakin terbuka luas, tidak hanya itu hilirisasi juga memberikan alternatif pemanfaatan, baik sebagai sumber pangan, seperti minyak goreng, mentega dan lain sebagainya, maupun sumber energi seperti biodiesel dan juga biomass, hilirisasi sawit juga untuk kepentingan produk kecantikan.
Baca Juga: Upaya Riset Sawit IPB Kurangi Beban Impor
“Hilirisasi tidak hanya berdampak pada semakin besarnya peluang ekspor, tetapi juga semakin banyaknya bahan-bahan alternatif,” kata kepada Olenka.id ditulis Sabtu (18/4/2026).
Menurut Eddy, Sawit menjadi salah satu instrumen penting dalam menunjang program kerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebab Sawit memberi jaminan pangan dan energi yang bisa memuluskan langkah pemerintah yang saat ini sedang mengupayakan swasembada pangan dan energi.
“Sawit yang bisa memberikan jaminan untuk pengamanan pangan, dan juga mendukung cita-cita Presiden kita, Pak Prabowo untuk mencapai swasembada pangan, swasembada energi, dan juga menuju Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.
Melihat peluang ekonomi yang sangat besar dari kelapa sawit, Edy mengatalkan jenis tanaman yang satu ini bakal menjadi motor penggerak untuk pembangunan nasional dari pusat hingga daerah, karenanya industri sawit lanjut dia mesti mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena nilai ekonominya yang tinggi.
Baca Juga: Industri Sawit Menjadi Pilar Penting Penyokong Ekonomi
“Sawit ini perlu dirawat dengan baik, perlu dikembangkan. Jadi ini kalau kita bicara tentang Undang-Undang 45 Pasal 33, sawit ini merupakan kendaraan ataupun cara untuk mencapai tujuan kita bersama,” pungkasnya.