Pemerintah Indonesia tidak menunda keberangkatan haji 2026 kendati kondisi Timur Tengah semakin memanas imbas perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Banyak pihak yang mengkhawatirkan keselamatan para jamaah haji yang diberangkatkan di tengah konflik yang terus bergejolak. 

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengatakan keselamatan para jemaah haji sangat terjamin selama maskapai penerbangan dunia (NOTAM) yang dipakai menaati seluruh imbauan yang telah dikeluarkan pemerintah Arab Saudi. Dimana otoritas Arab Saudi melarang seluruh maskapai yang digunakan untuk tidak terbang di wilayah udara Iran. 

Baca Juga: Tentang Ibadah Haji di Tengah Konflik Timur Tengah

“Penerbangan keberangkatan haji tidak lewat ruang udara Iran sama sekali karena rute yang dilalui adalah melalui ruang udara Oman,” ujar Gerry dilansir Rabu (22/4/2026). 

Gerry mengatakan penyelenggaraan haji di tengah konflik Timur Tengah bukan baru terjadi kali ini, tahun lalu pemerintah Indonesia dihadapkan pada kondisi yang sama, jamaah haji terbang dari Arab Saudi menuju Indonesia di tengah konflik.

Gerry mengatakan maskapai yang bertugas tahun ini pun masih sama, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines, sehingga dinilai telah memiliki pengalaman dalam mengantisipasi situasi serupa Namun, potensi gangguan tetap ada.

“Gangguan sinyal GPS di sekitar wilayah udara Oman yang berbatasan dengan Arab Saudi. Kendala tersebut disebut bukan hal baru dan telah diantisipasi maskapai berdasarkan pengalaman sebelumnya,” ucapnya. 

Laporan Safe Air Space sebelumnya menyebutkan adanya peningkatan risiko di sebagian wilayah udara Arab Saudi akibat eskalasi serangan dan balasan di kawasan. Bahkan, beberapa laporan menyebutkan proyektil drone dari Iran sempat jatuh di wilayah Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir.

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menegaskan bahwa NOTAM menjadi acuan utama pilot dalam menyusun rencana penerbangan. Ia mengimbau maskapai tetap berhati-hati dan menghindari wilayah konflik, terlepas ada atau tidaknya larangan resmi.

Menurut Gatot, kerja sama dengan AirNav Indonesia penting untuk memastikan koordinasi dengan otoritas navigasi negara lain berjalan optimal. Hal ini dinilai krusial agar jalur penerbangan jemaah haji tetap aman dan terkendali.

Baca Juga: Siapa yang Menanggung Kenaikan Ongkos Haji 2026?

Di tengah ketidakpastian geopolitik, pemerintah dan maskapai memastikan jalur penerbangan telah dirancang untuk menghindari zona berisiko. Dengan pengawasan ketat serta koordinasi internasional, diharapkan ibadah haji 2026 dapat berlangsung aman bagi seluruh jemaah Indonesia.