Pemerintah Indonesia berkomitmen terus menambah kekuatan tempur dan pertahanan militer di tengah kondisi geopolitik yang semakin tak menentu belakangan ini.
Teranyar, Indonesia telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah India untuk memboyong rudal supersonik BrahMos buatan perusahaan BrahMos Aerospace yang merupakan perusahaan patungan India dan Rusia.
Kedatangan rudal itu menjadi amunisi tambahan yang membuat pertahanan militer semakin gahar. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memang harus terus memperkuat sistem militer termasuk meningkatkan alutsista dengan daya tangkal mumpuni untuk menghalau berbagai kemungkinan ancaman dari luar.
Baca Juga: Tolak Dialog dengan AS-Israel, Pemerintah Iran: Kami Terus Menghujani Mereka dengan Rudal
Kesepakatan Pemerintah Indonesia dan India ini telah dilaporkan media internasional Reuters yang menyebut kedua negara telah menyetujui kerja sama dan kedua negara telah memasuki tahap kesepakatan terkait pembelian rudal BrahMos.
Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait, yang menjelaskan bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari program modernisasi pertahanan nasional.
Rudal Tercepat di Dunia
BrahMos menjadi salah satu senjata canggih yang mencuri perhatian dunia, BrahMos menjadi salah satu rudal jelajah tercepat di dunia yang punya sejumlah keunggulan.
Teknologi yang menggabungkan kecepatan tinggi dalam sistem rudal jelajah itu dipadukan dengan tingkat akurasi serangan presisi di tambah fleksibilitas peluncuran dari berbagai platform militer. Rudal ini dapat diluncurkan dari darat, dari atas kapal perang, dari kapal selam dan pesawat tempur.
Dengan berbagai komponen canggih, BrahMos bisa menjangkau target serangan yang cukup jauh dalam waktu sekejap. Rudal jelajah ini mampu melesat Mach 2,8 atau hampir tiga kali kecepatan suara. Kecepatan ini yang membuatnya jauh lebih unggul dari rudal konvensional.
Rudal ini memiliki jangkauan operasional sekitar 290 kilometer. Dengan kemampuan tersebut, sistem ini dapat digunakan untuk menyerang target laut maupun darat dari jarak yang relatif aman.
BrahMos menggunakan kombinasi beberapa sistem navigasi satelit seperti GPS, GLONASS, serta sistem navigasi regional milik India. Integrasi teknologi tersebut membantu meningkatkan akurasi rudal ketika menuju target.
Rudal ini dirancang sebagai senjata serangan presisi yang mampu menghantam target bernilai strategis, termasuk kapal perang maupun instalasi militer penting.
Berapa Harga BrahBros?
Pemerintah Indonesia belum secara resmi merilis pengadaan rudal ini termasuk masalah harga rudal canggih itu. Namun diketahui pada tahap negosiasi awal disebutkan total pengadaan rudal jelajah itu ditaksir mencapai US$ 200 juta hingga US$ 350 juta. Meski demikian, nilai akhir dari kesepakatan terbaru tersebut belum diumumkan secara resmi.
Baca Juga: Prabowo Panggil Luhut Cs Bahas Mitigasi Dampak Perang Iran
Apabila proses pengadaan berjalan sesuai rencana, Indonesia akan menjadi negara kedua di dunia yang membeli sistem rudal supersonik BrahMos dari India setelah Filipina yang lebih dulu menandatangani kontrak pada tahun 2022.