Menjadi Wakil Presiden ke-6 RI
Dikutip dari Metrotvnews.com, Try Sutrisno resmi menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 RI pada 11 Maret 1993. Pencalonannya terbilang unik karena dilakukan secara terbuka oleh fraksi ABRI di MPR pada Februari 1993, bahkan sebelum Presiden Soeharto mengumumkan pilihannya.
Meski sempat memicu dinamika politik dengan Golkar, Soeharto akhirnya menyetujui pasangan tersebut untuk periode 1993–1998.
Menjelang akhir masa jabatannya, Indonesia dihantam krisis ekonomi 1997–1998 yang mengguncang stabilitas nasional. Meski sempat muncul dukungan agar kembali menjabat, Try memilih tidak melakukan manuver politik untuk pencalonan ulang. Pada akhirnya, Soeharto menunjuk B. J. Habibie sebagai wakil presiden berikutnya.
Masa jabatan tersebut menjadi penutup karier politik formalnya di pemerintahan pusat dan menempatkannya sebagai salah satu tokoh kunci menjelang akhir era Orde Baru.
Penghargaan
Dikutip dari laman Setneg.go.id, dedikasi dan profesionalismenya mengantarkan Try Sutrisno menerima berbagai tanda kehormatan, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya:
- Bintang Republik Indonesia Adipradana
- Bintang Mahaputra Adipurna
- Bintang Mahaputra Adipradana
- Bintang Yudha Dharma Utama
- Bintang Swa Bhuwana Utama
- Bintang Bhayangkara Utama
- Bintang Kartika Eka Paksi Utama
- Bintang Jalasena Utama
- Bintang Penghargaan Legiun Veteran RI
- Order of the Yugoslav Flag with Golden Star (Yugoslavia)
- Das Grosse Verdienstkreuz mit Stern (Jerman)
- Commandeur de la Légion d'Honneur (Perancis)
- Ereteken voor Verdienste (Belanda)
- Legion of Merit (Amerika Serikat)
- Tong Il Medal (Korea)
- Satyalancana Seroja
- Satyalancana Penegak
- Satyalancana Kesetiaan 8, 16, dan 24 Tahun
Penghargaan tersebut menjadi simbol atas pengabdian panjangnya kepada bangsa dan negara.
Tutup Usia
Kini, sang jenderal itu telah berpulang. Try Sutrisno wafat pada Senin (2/3/2026) pagi di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Kabar duka dikonfirmasi keluarga dan pemerintah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan belasungkawa mendalam serta memastikan pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap proses pemulasaraan jenazah.
Jenazah almarhum pun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, secara militer sekitar pukul 13.50 WIB. Presiden RI, Prabowo Subianto, pun memimpin langsung prosesi pemakaman sebagai inspektur upacara.
Kepergian Try Sutrisno menandai berakhirnya perjalanan seorang prajurit yang mengawali karier dari medan operasi, mencapai puncak pimpinan militer, hingga menduduki jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia. Keteladanan, integritas, dan semangat pengabdiannya akan selalu menjadi bagian dari catatan sejarah bangsa.
Baca Juga: Mengenang P.K. Ojong, Tokoh Pers Nasional Sekaligus Pendiri Kompas Gramedia