Gurita Bisnis
Di bawah naungan Vingroup, Pham Nhat Vuong mengembangkan berbagai lini bisnis strategis yang kini menjadi tulang punggung konglomerasi tersebut.
Grup ini membawahi VinFast, sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di Vietnam; Vinhomes, yang bergerak di sektor pengembangan property; serta, Vinpearl yang mengelola jaringan hotel dan resort mewah.
Selain itu, Vingroup juga memiliki Vincom Retail sebagai operator pusat perbelanjaan, V-Green yang fokus membangun jaringan stasiun pengisian daya kendaraan listrik, hingga Green SM yang menyediakan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik.
Di sektor properti, Vuong juga dikenal sebagai sosok di balik pembangunan Landmark 81, gedung pencakar langit tertinggi di Vietnam dengan ketinggian lebih dari 469 meter yang menjadi simbol modernisasi negara tersebut.
Bertaruh Besar pada Kendaraan Listrik
Transformasi terbesar bisnis Vuong terjadi ketika ia mulai fokus pada industri kendaraan listrik melalui VinFast. Dikutip dari Bloomberg, Vuong menggelontorkan miliaran dollar AS, termasuk dana pribadi, untuk mempercepat ekspansi perusahaan tersebut.
Pada 2023, VinFast resmi melantai di bursa Nasdaq melalui skema SPAC dan membuat namanya semakin dikenal di pasar global. VinFast kini memperluas operasinya ke berbagai negara termasuk Amerika Serikat, India, dan Indonesia.
Ekspansi kendaraan listrik Vingroup juga diperkuat lewat V-Green yang fokus membangun jaringan stasiun pengisian daya kendaraan listrik di Vietnam. Perusahaan itu disebut menginvestasikan lebih dari US$400 juta untuk memperluas infrastruktur pengisian daya dalam dua tahun.
Selain itu, layanan taksi listrik Green SM juga menjadi bagian penting dari strategi mobilitas hijau Vingroup. Di Vietnam, layanan ini dikenal dengan nama Xanh SM dan menggunakan seluruh armada kendaraan listrik VinFast. Green SM mulai berekspansi ke Indonesia sejak 2024 dan hadir pertama kali di Jakarta.
Kekayaan Melonjak
Menurut laporan VnExpress, lonjakan kekayaan Vuong dalam beberapa tahun terakhir didorong reli saham Vingroup yang sangat tajam.
Kapitalisasi pasar Vingroup pada April 2026 mencapai sekitar 587,1 triliun dong Vietnam atau sekitar US$22,5 miliar, menjadikannya perusahaan publik terbesar keempat di Asia Tenggara setelah tiga raksasa perbankan Singapura, yakni DBS, OCBC, dan UOB.
Saham Vingroup bahkan sempat melonjak sekitar 670 persen dalam satu tahun dan membuat kekayaan Vuong bertambah lebih dari US$25 miliar.
Pada salah satu fase perdagangan April 2026, kekayaannya bahkan sempat melampaui sejumlah tokoh dunia seperti Jack Ma dan MacKenzie Scott.
Pada 2026, Vingroup menargetkan pendapatan sebesar US$17,1 miliar atau meningkat sekitar 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kehidupan Keluarga dan Gaya Kepemimpinan
Di luar dunia bisnis, Pham Nhat Vuong dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang tampil di media sosial.
Ia tinggal di Hanoi bersama keluarganya dan telah menikah dengan Pham Thu Huong, perempuan yang telah dikenalnya sejak masa SMA. Pasangan tersebut memiliki tiga anak.
Bloomberg melaporkan bahwa Vuong juga menunjuk istrinya untuk memimpin Green SM di tengah rencana penawaran umum perdana internasional perusahaan tersebut. Meski demikian, Vuong tetap mempertahankan perannya sebagai CEO Green SM.
Dalam berbagai laporan internasional, gaya kepemimpinan Vuong dikenal cepat, agresif, dan minim birokrasi.
Salah satu eksekutif VinFast bahkan menyebut proses pengambilan keputusan di bawah Vuong sangat ringkas dan berbeda dengan banyak konglomerasi tradisional Asia Tenggara.
Baca Juga: Mengenal Eksistensi Green Line SM, Siapa Pemilik Taksi Hijau Ini?