Mike juga menyoroti momen pasca Lebaran sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi keuangan. Setelah pengeluaran besar untuk mudik, THR, dan berbagi dengan keluarga, banyak orang mulai merasakan penipisan saldo.
“Biasanya setelah Lebaran saldo agak menipis. Nah ini momen yang bisa dimanfaatkan untuk refleksi dan audit kecil-kecilan,” ujarnya.
Ia pun menyarankan untuk mulai melacak pengeluaran, mengevaluasi kondisi tabungan, dan merencanakan langkah ke depan hingga gajian berikutnya.
“Kita tracking spending kita, lihat pengeluaran kita apa saja, lalu kita evaluasi. Dari situ kita bisa tahu kesalahan kita dan melakukan perbaikan,” jelasnya.
Untuk menerapkan mindful living, Mike menekankan bahwa perubahan bisa dimulai dari rumah dengan langkah sederhana. Pertama, kata dia, melakukan pencatatan atau tracking pengeluaran.
“Kita catat pengeluaran selama satu bulan, nanti akan terlihat polanya,” ujarnya.
Kedua, lanjut dia, melakukan evaluasi dan perencanaan. Dari pola tersebut, kita bisa melihat kategori pengeluaran seperti transportasi, hiburan, atau kebutuhan rumah tangga, lalu menentukan prioritas ke depan.
"Dan ketiga, melakukan pengendalian. Ini termasuk mengurangi atau bahkan menghentikan pos pengeluaran tertentu yang tidak diperlukan," jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan alat pembayaran digital.
“Sekarang paylater sangat memudahkan, tapi jangan sampai kebablasan. Alat ini harus membantu, bukan malah menjerumuskan,” tegasnya.
Nah Growthmates, pada akhirnya, mindful living bukan sekadar tren, tetapi investasi kebiasaan jangka panjang. Setiap keputusan kecil yang diambil hari ini akan membentuk kondisi finansial di masa depan.
“Keputusan sehari-hari itu bukan hanya berdampak hari ini, tapi juga ke depan. Jadi jangan remehkan keputusan kecil,” tutup Mike.
Baca Juga: Tips Finansial untuk Perintis dan Pewaris, Begini Strategi yang Tepat Menurut Financial Planner