Kresna Priawan Djokosoetono menjadi salah satu sosok penting di balik perkembangan pesat perusahaan transportasi  PT Blue Bird Tbk. Duduk sebagai Direktur Utama perusahan,  Kresna menjadi salah satu tokoh kunci di balik berbagai perkembangan Bluebirid 

Kresna yang merupakan generasi ketiga dari perusahaan keluarga itu dibantu oleh tiga saudaranya dalam menahkodai perusahaan tersebut, ia bekerja bareng Sigit Djokosoetono yang menjabat Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk sekaligus Komisaris Bluebird Group Holding dan Bayu Priawan Djokosoetono serta  Indra Priawan Djokosoetono.

Baca Juga: Mengenal Adrianto Djokosoetono, Generasi Ketiga Pendiri Bluebird Group

Kresna merupakan putra pertama dari Chandra Suharto sekaligus cucu dari pendiri taksi biru, Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono. 

Awal Karier

Sebagai putra mahkota dari sebuah kerajaan bisnis, sudah barang tentu Kresna telah dipersiapkan jauh-jauh hari melanjutkan estafet kepemimpinan dari nenek dan ayahnya, tak Heran jebolan Teknik Mesin Universitas Indonesia sekaligus pemilik gelar Magister Manajemen Bisnis dari Asian Institute of Management, Filipina itu mulai ditempah di perusahaan keluarga itu sejak belia. 

Dilansir dari situs resmi Bulebird, Kresna mulai bergabung dengan perusahaan keluarga tersebut sejak 1996 namun ia tak langsung ditaruh di induk perusahaan, Kresena diberi mandat mengurus PT Iron Bird, salah satu perusahaan logistik yang bergerak di bidang transportasi, pergudangan, dan forwarding. Iron Bird merupakan anak perusahaan dari Bluebird Group. Di perusahaan itu ia menjabat sebagai General Manager hingga tahun 2000. 

Baca Juga: Menepis Isu Keretakan Prabowo-SBY

PT Iron Bird merupakan gelanggang yang menjadi pembuktian Kresna, kepercayaan yang diembankan di pundaknya ia jawab dengan berbagai prestasi, ia mengurus perusahaan itu dengan sangat telaten.  Salah satu prestasi gemilang yang diukir Kresna mengembangkan  Iron Bird Logistics yang  awalnya hanya bermain di bisnis jasa trucking dengan mengandalkan armada yang kuat dari Blue Bird Group menjadi layanan forwarding dan pergudangan. 

Prestasi yang ia torehkan memuluskan jalannya menembus induk perusahaan, Kresna kemudian digaet menjadi Vice President Auditing di Bluebird Group pada tahun 2000 hingga  2012. Di induk perusahaan itu Kresna sama sekali tak menunjukan penurunan performa, ia kembali membuktikan diri dengan dengan berbagai  capaian prestisius, hal ini  yang membuat kariernya melejit hingga menembus pucuk pimpinan di Bluebird yang ia rengkuh sampai sekarang. 

Mengendalikan Banyak Perusahaan

Tak bisa dipungkiri Kresna memang terlahir sebagai sosok pemimpin, tengok saja rekam jejak yang ia tinggalkan, Kresna tak hanya sibuk mengurus satu perusahaan saja, namun ia juga mengendalikan banyak anak perusahaan milik Bluebirid. 

Kresna tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pusaka Satria Utama sejak tahun 2000, PT Central Naga Europindo sejak tahun 2001, PT Golden Bird Bali sejak tahun 2002, PT Morante Jaya sejak tahun 2003, PT Cendrawasih Pertiwijaya sejak tahun 2008, dan PT Irdawan Multitrans sejak tahun 2011. 

Baca Juga: Nggak Semua Negara Punya, Prabowo Bilang Program Cek Kesehatan Gratis Menjadi Terobosan Dunia

Jabatan lain yang pernah dipercayakan kepadanya adalah Direktur Utama PT Pusaka Prima Transport sejak tahun 2001, Direktur PT Iron Bird sejak tahun 2002, Direktur PT Angkutan Kontenindo Antarmoda sejak tahun 2004, dan Direktur PT Lombok Taksi Utama sejak tahun 2008. Ia juga merupakan anggota Dewan Pembina ASPERKINDO sejak tahun 2008. Tak berhenti disitu, ia juga tercatat sempat menjabat  Vice Chairman Special Harbour Freight di Organda DKI Jakarta tahun 1998 sampai dengan tahun 2003.