Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Kegiatan berlangsung di Aula SKB Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Senin (13/4/2026). Sebanyak 100 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, yang terdiri dari guru SD dan guru SMP dari 20 sekolah di Kabupaten Bireuen.
Bimtek SPAB yang berlangsung dari 13 sampai 18 April 2026 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bireuen, H. Ir. Razuardi, M.T. Dalam Sambutannya beliau menyampaikan pentingnya kegiatan Bimtek ini untuk para guru demi terciptanya sikap kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah sehingga pengurangan risiko bencana dapat dicapai.
“Para guru tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat memastikan keselamatan peserta didik serta menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat,” ucap Razuardi.
Baca Juga: Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%
Razuardi juga menegaskan komitmen pemerintah Kabupaten Bireuen untuk terus mendukung program-program pengurangan risiko bencana di sektor pendidikan, baik melalui kebijakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
“Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman dari bencana,” terang Razuardi.
Dalam pelaksanaannya, Bimtek SPAB melalui beberapa tahapan, diawali dengan koordinasi lintas sektor bersama BPBD dan Dinas Pendidikan, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan di sejumlah kecamatan guna memastikan kesiapan sekolah yang menjadi sasaran program.
Selanjutnya para peserta mengikuti pelatihan selama dua hingga tiga hari secara tatap muka, yang mencakup kajian risiko bencana di lingkungan sekolah, penyusunan peta risiko dan jalur evakuasi, penyusunan prosedur tetap (SOP) kedaruratan, hingga simulasi evakuasi warga sekolah.
Achmad Lukman, Kabag Mitigasi, dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan terhadap berbagai potensi bencana di lingkungan sekolah.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 20 sekolah di Kabupaten Bireuen. Setelah mengikuti pelatihan, para guru juga akan diberikan sertifikat,” ujar Achmad Lukman.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing.
Selain itu harapannya peningkatan kapasitas guru dalam memahami mitigasi bencana, bisa diikuti dengan terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, seperti penataan sarana prasarana sekolah, jalur evakuasi yang jelas, serta penentuan titik kumpul apabila terjadi keadaan darurat.
Melalui kegiatan ini, DMC Dompet Dhuafa berharap upaya membangun budaya sadar bencana dapat tumbuh secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Kawan Baik, dengan keterlibatan aktif para guru, sekolah-sekolah di Kabupaten Bireuen diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang, dan besar harapan pengurangan risiko bencana bisa terwujud. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang.