Dijelaskan Prof. Ujang, menyalurkan pakaian yang tidak terpakai dapat membantu memperpanjang usia penggunaan produk sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain. Langkah sederhana ini juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi potensi pakaian berakhir sebagai limbah.

Ia menambahkan, pakaian merupakan salah satu produk yang sering dibeli masyarakat setelah makanan dan minuman. Karena itu, pola konsumsi fesyen perlu menjadi perhatian dalam upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle.

Dalam konteks kampus, upaya membangun green campus tidak cukup hanya melalui penambahan ruang terbuka hijau, penanaman pohon, maupun penyediaan fasilitas pendukung. Perubahan kebiasaan warga kampus, termasuk dalam memilih dan menggunakan pakaian, juga menjadi bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.

Prof. Ujang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pegiat perlindungan konsumen, kementerian yang membidangi lingkungan hidup, dan pelaku usaha untuk meningkatkan edukasi mengenai dampak lingkungan dari produk pakaian.

“Perguruan tinggi juga perlu mendorong pengembangan bahan baku pakaian yang lebih ramah lingkungan, dan desainer perlu memikirkan cara membuatnya tetap menarik. Edukasi diperlukan agar baju bekas tidak langsung menjadi limbah,” sebut Prof. Ujang.

Edukasi tersebut dinilai penting agar konsumen tidak hanya mengenali pakaian ramah lingkungan dari bahan yang digunakan, tetapi juga memahami pentingnya perilaku konsumsi yang bertanggung jawab. Dukungan inovasi bahan baku, desain yang menarik, serta ketersediaan produk yang lebih beragam diharapkan dapat memperluas pilihan masyarakat.

Bagi warga kampus, penerapan gaya hidup ramah lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menimbang kebutuhan sebelum membeli pakaian, tidak sekadar mengikuti tren, mencari informasi mengenai produk yang lebih berkelanjutan, serta memanfaatkan pasar preloved untuk membeli maupun menjual pakaian.

Menyalurkan baju yang masih layak pakai dan berbagi informasi mengenai pilihan fesyen ramah lingkungan kepada orang sekitar juga dapat menjadi langkah kecil yang berdampak jika dilakukan secara konsisten.

“Semoga konsumen kita semakin sadar terhadap lingkungan,” tutup Prof. Ujang.

Baca Juga: Dokter Tirta: Privilege Terbaik adalah Penampilan Kalau Muka Anda Burik Minimal Berpakaian Rapi