Growthmates, bagi sebagian orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan, makan malam kerap menjadi tantangan tersendiri. Keinginan untuk makan setelah beraktivitas seharian terkadang sulit dihindari. Namun, bukan berarti makan malam harus selalu dihilangkan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan kompetensi komprehensif dalam penanganan penyakit metabolik, gastroenterologi, hepatologi, serta penyakit imunologi, dr. Vardian Mahardika, M.Biomed, SpPD, AIFO-K, menjelaskan bahwa waktu makan ternyata turut berperan dalam menjaga metabolisme tubuh.
Dikatakan dr. Vardian, penelitian pada 2026 terhadap orang dengan kondisi overweight dan obesitas menunjukkan bahwa memberikan jeda sekitar tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur dapat memberikan sejumlah manfaat bagi metabolisme.
"Ini merupakan studi di tahun 2026 pada orang overweight dan juga obesitas yang menunjukkan bahwa makan terakhir 3 jam sebelum kita tidur dapat memperbaiki metabolisme tubuh kita," katadr. Vardian, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya @vardiandika, Jumat (4/9/2026).
dr. Vardian menuturkan, kebiasaan tersebut dikaitkan dengan sejumlah perubahan positif, mulai dari tekanan darah saat tidur, denyut jantung, sensitivitas insulin, hingga kadar hormon kortisol.
"Dia dapat menurunkan tekanan darah ketika tidur, mengontrol denyut jantung kita, memperbaiki sensitivitas insulin, dan menurunkan hormon kortisol. Sehingga tidur kita jauh lebih berkualitas dan metabolismenya jauh lebih baik," katanya.
Menurut dr. Vardian, salah satu alasannya berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi ketika tubuh bersiap memasuki waktu tidur. Saat malam tiba, kadar melatonin atau hormon yang berperan dalam mengatur tidur akan meningkat.
Pada kondisi tersebut, kata dia, sensitivitas insulin juga cenderung menurun. Karena itu, mengonsumsi makanan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat tubuh lebih sulit mengatur kadar gula darah.
"Kenapa bisa begitu? Karena ternyata ketika kita akan tidur, hormon melatonin atau hormon tidur kita itu akan meningkat. Once melatonin meningkat, sensitivitas insulin juga akan menurun," jelas dr. Vardian.
Baca Juga: Dokter: Tubuh Bukan Pinjol, Makan Gorengan Tak Bisa Dibayar dengan Olahraga