Perjalanan Karier
Endy Arfian mengawali kariernya sebagai bintang iklan sejak usia 3,5 tahun. Dalam sebuah sumber disebutkan, ia pertama kali ditemukan oleh seorang agen iklan yang mendekatinya bersama sang ibu saat sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan.
Melihat Endy yang menggemaskan, agen tersebut menawarkan kepada ibunya untuk mengikutsertakan sang putra dalam audisi bintang iklan. Meski sempat beberapa kali mengalami penolakan, Endy akhirnya dipercaya membintangi berbagai iklan di layar kaca, mulai dari susu pertumbuhan, mi instan, biskuit, hingga sabun cair.
Kariernya pun semakin berkembang setelah produser ternama Raam Punjabi melirik bakatnya. Ia kemudian berkesempatan membintangi sinetron Cinta Indah bersama Sandra Dewi yang tayang pada 2007.
Sejak saat itu, Endy aktif membintangi berbagai serial televisi. Namanya semakin dikenal lewat sejumlah judul populer seperti Abdel & Temon: Bukan Superstar, Satria, hingga Bidadari Takut Jatuh Cinta. Ia juga tampil dalam serial remaja seperti Dear Nathan the Series serta IPA & IPS, yang semakin memperkuat eksistensinya di dunia sinetron Indonesia.
Tak hanya di layar kaca, Endy juga melebarkan kariernya ke dunia film. Ia terlibat dalam berbagai genre, mulai dari drama hingga horor. Beberapa film yang ia bintangi antara lain Pengabdi Setan, Ghost Writer, serta sekuelnya Ghost Writer 2 dan Pengabdi Setan 2: Communion.
Baca Juga: Profil Aming dan Jejak Karier di Dunia Hiburan, dari Komedian hingga Bintang Film
Selain itu, ia juga tampil dalam film seperti Malik & Elsa, Surat dari Kematian, Petaka Gunung Gede, Pengepungan di Bukit Duri, hingga Ghost in the Cell yang tengah tayang di bioskop Tanah Air.
Endy Arfian juga terlibat dalam sejumlah serial web. Ia tampil dalam beberapa judul seperti Get Married, 7 Hari Sebelum 17 Tahun, dan Ustad Milenial. Perannya pun semakin beragam, termasuk dalam serial Belahan Hati hingga proyek terbaru seperti Samuel the Series.
Di luar itu, Endy juga cukup sering muncul dalam berbagai judul FTV sejak awal kariernya. Ia membintangi banyak cerita dengan beragam tema, mulai dari drama keluarga, religi, hingga kisah romansa remaja.
Beberapa di antaranya adalah Kamu Bukan Ayahku, Suami Terburuk, Ayah Terbaik, serta Pengantin Tomboy. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga masih aktif tampil di FTV, termasuk dalam judul-judul seperti Pintu Langit: Racun Penutup Pintu Surga dan berbagai produksi lainnya pada 2023 hingga 2025.
Dalam perjalanan kariernya, Endy Arfian juga memperoleh apresiasi di dunia perfilman. Pada 2018, ia masuk dalam nominasi Indonesian Box Office Movie Awards untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik berkat perannya dalam Pengabdi Setan.
Prestasinya semakin menonjol ketika ia berhasil meraih penghargaan sebagai Aktor Utama Terbaik Genre Horor di Festival Film Wartawan Indonesia 2022 melalui perannya dalam Pengabdi Setan 2: Communion.