3. Tambahkan Serat, Bukan Sekadar Mengurangi Makanan

Alih-alih fokus pada daftar makanan yang tidak boleh dimakan, Dr. Lakshmi menyarankan pendekatan yang lebih mudah dijalani, yaitu menambah asupan serat di setiap waktu makan.

Serat bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti sayuran, buah-buahan, oatmeal, kacang-kacangan, biji-bijian, maupun yoghurt yang diperkaya biji chia atau flaxseed.

Menurutnya, pola makan modern umumnya masih kekurangan serat, padahal nutrisi ini sangat penting bagi kesehatan usus.

"Mikrobioma usus bergantung pada serat. Saat bakteri baik mencerna serat, mereka menghasilkan senyawa yang membantu menurunkan peradangan, menjaga kesehatan lapisan usus, dan mengatur nafsu makan," katanya.

Selain mendukung sistem pencernaan, kesehatan usus juga diketahui berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh, metabolisme, hingga kesehatan mental melalui hubungan antara usus dan otak.

4. Luangkan Dua Menit untuk Latihan Pernapasan

Stres yang terjadi secara terus-menerus tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik. Dalam jangka panjang, kadar hormon kortisol yang terus meningkat dapat memicu tekanan darah tinggi, mengganggu kualitas tidur, hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Untuk membantu tubuh kembali rileks, Dr. Lakshmi merekomendasikan teknik Box Breathing atau pernapasan kotak yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit. Teknik ini dilakukan dengan menarik napas selama empat detik, menahannya selama empat detik, kemudian mengembuskan napas selama empat detik sebelum kembali menahan napas selama empat detik. Siklus tersebut diulang sebanyak empat kali.

Menurut Dr. Lakshmi, pola pernapasan ini mampu merangsang saraf vagus sehingga tubuh beralih dari kondisi stres ke keadaan yang lebih tenang.

"Teknik ini merangsang saraf vagus, mengalihkan tubuh dari respons stres ke keadaan yang lebih tenang. Ini dapat segera memperlambat detak jantung, mengurangi tekanan darah, dan membantu membersihkan kekacauan mental," jelasnya.

5. Jadikan Konsistensi Sebagai Kunci

Menurut Dr. Lakshmi, tidak ada satu kebiasaan yang mampu mengubah kesehatan secara instan. Justru manfaat terbesar datang dari tindakan kecil yang dilakukan setiap hari tanpa terasa membebani.

Mulai dari minum air putih setelah bangun tidur, berjalan kaki seusai makan, memperbanyak konsumsi serat, hingga melatih pernapasan selama beberapa menit, semuanya dapat memberikan dampak positif jika dijadikan bagian dari rutinitas harian.

"Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih berharga dibandingkan perubahan besar yang hanya bertahan beberapa minggu," pungkasnya.

Baca Juga: 7 Pilihan Minuman Pagi untuk Mendukung Diet dan Penurunan Berat Badan