Tidur bukan sekadar waktu bagi tubuh untuk beristirahat, tetapi juga menjadi momen penting bagi otak untuk memulihkan dan menjaga fungsinya. Kualitas tidur yang baik diketahui berperan dalam mendukung daya ingat, kemampuan berpikir, hingga menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Mengutip dari laman Health, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa paruh baya yang tidur kurang dari enam jam setiap malam memiliki risiko demensia hingga 30 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur cukup.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu melakukan perubahan besar untuk menjaga kesehatan otak. Cukup dengan membangun kebiasaan tidur yang lebih sehat, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Berikut sejumlah kebiasaan yang direkomendasikan para ahli seperti dirangkum, Minggu (12/7/2025).
-
Jaga Jadwal Tidur Tetap Konsisten
Menurut Michael J. Breus, PhD, psikolog klinis sekaligus spesialis tidur, menjaga kesehatan otak tidak memerlukan cara-cara yang rumit. Justru, kebiasaan sederhana seperti memiliki jadwal tidur yang konsisten menjadi salah satu langkah paling penting.
Sejumlah penelitian menunjukkan, tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu meningkatkan kualitas serta durasi tidur. Kebiasaan ini juga berkontribusi terhadap fungsi otak yang lebih baik di siang hari, termasuk meningkatkan konsentrasi dan fokus, sekaligus menurunkan risiko gangguan kognitif yang berkaitan dengan kurangnya tidur.
"Konsistensi adalah salah satu kunci utama dari tidur yang berkualitas," ujar Matthew Scharf, MD, PhD, spesialis kedokteran tidur dan ahli saraf.
Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengatur jadwal tidur yang teratur dan mengupayakan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam guna mendukung kesehatan otak secara optimal.