Nusron Wahid merupakan salah satu politikus kawakan Tanah Air, namanya lumayan besar di kancah politik nasional kendati politikus Golkar itu terhitung belum terlampau lama mentas di panggung politik di Indonesia. 

Perjalanannya di dunia politik Tanah Air baru di mulai sekitar tahun 2000an, walau terhitung sebagai pendatang baru, namun Nusron Wahid langsung mencuri perhatian publik. 

Dia bahkan menjadi salah satu figur berpengaruh di internal Golkar setelah bergabung dengan partai bringin itu dan menduduki jabatan koordinator bidang agama pada DPP Partai Golkar periode 2004-2009. 

Baca Juga: Soal Dugaan Korupsi Lahan Whoosh, Menteri Nusron Tegaskan ATR/BPN Siap Beri Keterangan ke KPK

Namanya berlahan naik ke permukaan, pelan tapi pasti Nusron Wahid mulai melambung. Harus diakui pengaruh Nusron Wahid menjalar dengan sangat cepat.

Buktinya ia terpilih sebagai anggota DPR RI selama lima kali beruntun. Pria kelahiran Kudus 12 Okober 1973 itu duduk di Parlemen Senayan sejak 2004 hingga 2024 mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II  yang mencakup Kabupaten Demak, Jepara, dan Kudus. 

Besarnya pengaruh politik Nusron mengantarnya menjadi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo, hal ini yang membuat Nusron tidak menuntaskan tugasnya sebagai wakil rakyat pada periode ketiganya. 

Menyelesaikan tugasnya sebagai Kepala BNP2TKI, pada 2019, Nusron Wahid kembali maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dan kembali merengkuh kemenangan, Nusron kembali melenggang ke Senayan. 

Pada periode  2024-2029 Nusron kembali terpilih menjadi anggota DPR RI untuk ke lima kalinya, namun sama seperti periode sebelumnya, ia tidak bisa menuntaskan tugasnya di Senayan lantaran ditunjuk menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kabinet Merah Putih milik Presiden Prabowo Subianto. 

Hal ini menegaskan betapa besarnya pengaruh Nusron Wahid di kancah politik Tanah Air. Karierya meluncur mulus di dua era Presiden. 

Sebelum Terjun ke Politik

Kendati sekarang ini Nusron dikenal sebagai politikus berpengaruh, namun jauh sebelumnya ia pernah menjajal berbagai profesi. 

Tak banyak yang tahu, Nusron adalah mantan dosen yang pernah mengajar di Universitas Indonesia pada periode tahun 1995 hingga 1999. 

Baca Juga: Menteri Nusron Sukses Redistribusi 195.734 Bidang Tanah untuk 39.556 KK

Tak hanya menjadi pengajar, Nusron juga dikenal aktif sebagai peneliti di Lembaga Studi Mahasiswa Prasetya UI pada 1996 dan menjadi  Ketua Suara Mahasiswa UI 1997. 

Tak hanya menjadi akademisi dan peneliti, Nusron juga sempat menjadi wartawan di harian Bisnis Indonesia pada periode 1995 hingga 1999. 

Nusron juga pernah menjadi staf ahli di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2000-2001, dan staf ahli di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada 2001-2002. 

Tak hanya itu, Nusron juga dikenal sebagai sosok yang aktif berorganisasi di luar pekerjaan utamanya.  Dia tercatat menjadi Ketua Lembaga Kajian dan SDM PUNU Jakarta pada 1998-2000, sekaligus Ketua Lembaga Kajian dan SDM Pengurus Cabang NU Depok pada tahun yang sama. 

Selain itu ia juga tercatat sebagai ketua umum Gerakan Pemuda Ansor periode 2011-2016, dan Pengurus PB Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2012-2019.