Andre Rosiade telah merintis jalan karier yang lumayan panjang hingga mampu merengkuh kesuksesan besar sebagai politisi Gerindra. Semuanya ia mulai dari ruang-ruang kampus sebagai aktivis, lalu menjadi pengusaha hingga merambah menjadi politikus yang membuatnya tak benar-benar jauh dari sorotan publik. 

Di Gerindra Andre tumbuh menjadi politikus yang sangat vokal, namun hal itu pula yang menjerumuskannya dalam sejumlah kontroversi yang memantik atensi publik. Aksi grebek pekerja seks komersial (PSK) di Padang, Sumatera Barat, pada 202 lalu adalah salah satu dari sejumlah kontroversi yang Andre. 

Belajar Bisnis Sejak SMA

Andre menghabiskan masa kecil hingga masa remaja di kampung halamannya. Ia bersekolah di SD Yos Sudarso Padang pada 1985–1991, kemudian melanjutkan ke SMP Yos Sudarso Padang pada 1991–1994 dan SMA Negeri 2 Padang pada 1994–1997.

Baca Juga: Tak Hanya Peraturan Bikinan Paman Anwar Usman, Denny Indrayana Soroti Peraturan KPU yang Diduga Sengaja Dibikin Buat Loloskan Gibran

Di tanah kelahirannya ini pula ia mulai belajar bisnis sederhana yang akhirnya memantiknya tumbuh menjadi pengusaha hebat di kemudian hari. Sejak SMA Andre sudah mulai berjualan tiket pertandingan sepak bola klub Semen Padang.

Tiket-tiket itu ia dapatkan dari agen-agen resmi yang kemudian ia jual kembali kepada para penggemar Semen Padang. Memang keuntungannya tak seberapa tapi itu lumayan membantunya menambah uang jajannya. Dari sini pula jiwa dagang Andre mulai terbentuk. 

Pemilik gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti itu sempat masuk ke dunia profesional usai menuntaskan kuliahnya . Andre pernah bergabung ke di PT Indoconsult sebagai konsultan. Ini adalah pengalaman pertamanya. Namun, dunia kerja sebagai profesional tidak membuatnya berhenti bermimpi menjadi pengusaha.

Pada 2003, ia mendirikan PT Hasil Usaha Anak Bangsa dan dipercaya menjadi direktur utama. Setelah itu, sejumlah perusahaan lain menyusul, antara lain PT Kaze Internasional Selaras, PT Cahaya Azizah, dan CV Putri Pertama.

Ia juga pernah dipercaya sebagai komisaris PT Garda Benteng Indonesia dan CV Ammar Jaya. Bisnis yang dijalankannya bergerak antara lain di bidang kontraktor peralatan pabrik, penyediaan oli, hingga jasa keamanan untuk sejumlah perusahaan dan pabrik besar, termasuk PT Semen Padang serta sejumlah pabrik di Tangerang.

Dunia usaha kemudian mempertemukannya dengan organisasi pengusaha. Sejak 2011, Andre aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Barat. Ia juga dipercaya memimpin Gerakan Ayo Jadi Pengusaha Wilayah Sumatera Barat BPD HIPMI Sumbar.

Terjun ke Politik

Selain menjadi pengusaha, Andre juga punya ketertarikan khusus pada dunia politik. Ia mulai menjajal dunia politik sejak masih di bangku kuliah. Ia aktif dalam gerakan mahasiswa. Pada periode 2000–2001, Andre dipercaya menjadi Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trisakti. 

Pada periode yang sama, ia juga menjabat Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jakarta Barat. Andre tidak langsung melanjutkan karier politiknya di Gerindra. Mulanya ia berlabuh di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pada Pemilu 2009, ia mencoba peruntungan dengan maju sebagai calon anggota DPRD Kota Tangerang dari daerah pemilihan Tangerang 4 yang meliputi Cipondoh dan Pinang. Namun, langkah tersebut belum membawanya ke kursi legislatif.

Pada 2012, ia bahkan sempat berniat maju sebagai calon Wali Kota Padang dalam Pilkada Padang 2013. Andre mendapat dukungan dari pengusaha Zairin Kasim. Namun, dukungan politik yang dibutuhkan tidak kunjung terkumpul sehingga rencana tersebut tidak berlanjut. Perjalanan politik Andre kemudian menemukan rumah baru di Partai Gerindra.

Di partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu, Andre sempat dipercaya sebagai Kepala Departemen Penggalangan Jaringan Mahasiswa dan Pemuda DPP Partai Gerindra.

Karier politiknya perlahan meningkat. Ia kemudian menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra dan menjadi salah satu juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Posisi tersebut membuat Andre semakin dikenal publik. Sebagai juru bicara pasangan Prabowo-Sandi, ia tampil di berbagai ruang pemberitaan dan ikut menjadi bagian dari mesin politik nasional.

Pada Pemilu 2019, Andre akhirnya berhasil memenangkan pertarungan legislatif. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat I. Kemenangan itu menjadi babak baru. Dari aktivis kampus, pengusaha, hingga juru bicara politik, Andre akhirnya masuk ke Senayan.

Pada Pilpres 2024, posisi Andre di internal Gerindra semakin kuat. Ia dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat sekaligus Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Barat. 

Baca Juga: Raffi Ahmad Diutus Buat Paksa Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Semoga Diutus Lagi Suruh Gibran Mundur Jadi Wapres

Tugas tersebut membawa Andre kembali ke medan pertarungan politik elektoral, kali ini bukan sekadar sebagai calon legislatif, tetapi sebagai salah satu orang yang ikut menggerakkan mesin pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Sumatera Barat.

Pada Pemilu 2024, Andre kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat I. Hasilnya, ia kembali memperoleh kepercayaan pemilih. Andre meraih 114.914 suara dan kembali duduk di DPR RI. Ia dilantik pada 1 Oktober 2024.