Dalam riset Lazada bertajuk “Bridging the AI Gap: Online Seller Perceptions and Adoption Trends in Southeast Asia”, 90% seller Indonesia yang disurvei setuju bahwa AI penting dalam meningkatkan produktivitas. Sebanyak 50% seller Indonesia yang disurvei termasuk dalam kategori AI Aspirants, yakni kelompok seller ini berinvestasi dalam teknologi AI.
Riset tersebut juga menemukan bahwa solusi untuk pembuatan dan optimalisasi listing produk (AI smart listing) serta solusi pemasaran berbasis AI menjadi beberapa aplikasi yang paling umum digunakan oleh kelompok AI Aspirants. Oleh karena itu, Lazada menghadirkan solusi berbasis AI seperti AI Smart Listing yang mempercepat pembuatan listing dengan mengisi atribut produk berdasarkan gambar atau kata kunci. Selain itu, hadir pula AI Smart Product Optimisation untuk membantu seller mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan dari listing yang sudah ada, mulai dari judul, deskripsi, hingga gambar.
Baca Juga: Liquid Lipstick Kuasai 60% Pembelian Produk Bibir di Lazada, Konsumen Makin Utamakan Kenyamanan
“Listing produk bukan sekadar menampilkan barang yang dijual, melainkan juga kesempatan bagi seller untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produknya. Melalui AI, seller dapat memperbaiki listing dalam hitungan menit. Hal ini membantu seller menampilkan produk secara lebih efektif dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen,” ujar Amelia Tediarjo, Head of Business Growth and Operations, Lazada Indonesia, di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Lebih lanjut, Amelia membagikan tiga langkah praktis bagi seller untuk mengoptimalkan listing produk menggunakan AI:
- Membuat visual produk yang lebih menarik: Konsumen sangat mengandalkan visual sebelum membeli. AI dapat membantu seller meningkatkan kualitas gambar, seperti merapikan latar belakang produk agar terlihat lebih bersih dan profesional, terutama untuk kategori fashion, aksesori, dan perlengkapan rumah tangga;
- Menjaga kualitas listing sesuai tren pasar: Dengan AI, seller dapat lebih cepat memperbarui judul, deskripsi, dan kata kunci agar tetap relevan dengan tren pencarian terkini di media sosial. Misalnya, seller dapat menggunakan AI untuk menyesuaikan informasi produk dengan kata kunci yang sedang banyak dicari, sehingga produk lebih mudah ditemukan oleh konsumen;
- Menghemat waktu operasional untuk fokus mengembangkan bisnis: Bagi banyak seller, mengelola toko e-commerce berarti menangani banyak tugas sekaligus. Riset Lazada menunjukkan pemanfaatan AI dapat menghemat waktu operasional seller secara signifikan, sekaligus menyederhanakan proses repetitif seperti membuat, memperbarui, dan memperbaiki listing produk.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi seller, Lazada menyediakan Lazada University sebagai sumber pembelajaran dan secara rutin menyelenggarakan berbagai pelatihan, termasuk Lazada Seller Creator Camp pada 13 Agustus 2026. Program ini akan menghadirkan para ahli untuk berbagi wawasan mengenai strategi pemasaran, branding, dan fotografi produk.
“Kami berkomitmen untuk membantu seller membangun bisnis yang berkelanjutan. Namun, faktor manusia tetap penting. Karena itu, kami terus menghadirkan pelatihan agar seller dapat memanfaatkan AI dan berbagai tools lainnya secara efektif untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka,” tutup Amelia.