Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mengklaim Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diam-diam sedang berupaya menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dia menyebut kudeta senyap Jokowi itu bahkan menargetkan kepemimpinan Prabowo hanya berusia dua tahun saja. Itu artinya tahun 2026 ini menjadi tahun terakhir Prabowo duduk menjadi orang nomor satu di negara ini.
“Saya was-wasnya benar, bahwa Prabowo hanya dikasih waktu dua tahun, artinya Oktober 2026,” kata Said Didu dilansir Olenka.id dari saluran Yotube Abraham Samad Speakup, Rabu (19/8/2026).
Said Didu tidak menjelaskan secara terperinci tujuan hingga penyebab kudeta senyap itu. Namun dia mengatakan, hingga kini Jokowi tak benar-benar merelakan kekuasaan yang sudah satu dekade ia rengkuh jatuh ke tangan orang lain
“Intinya Jokowi tuh tidak pernah rela melepaskan kekuasaan ke siapapun termasuk Prabowo,” ujarnya.
Untuk memuluskan agenda kudeta diam-diam itu, Jokowi bersama kaki tangannya bakal menyerang pemerintahan Prabowo dari berbagai sisi. Bakal ada gerakan politik yang sukar terdeteksi namun dampaknya dahsyat dan sangat mengguncang pemerintahan Prabowo Subianto mengingat ia hanya diberi waktu sampai dua tahun saja.
Baca Juga: Yang Ngomong Mantan Menteri, Pemerintah Prabowo Subianto Sudah Gagal Total, Nggak Ketolong Lagi!
“Kudeta senyap, senyap dan merayap.Kita enggak tahu apa yang akan terjadi, ini ronde terakhir, apakah KO atau menang angka,” pungkasnya.