Nama Frank Hutapea dan Fritz Hutapea tengah menjadi sorotan setelah keduanya secara terbuka mengkritik langkah ayah mereka, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, yang menerima penunjukan sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Sorotan bermula dari unggahan Instagram Story milik Frank Hutapea yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, Frank menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan sang ayah yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini disampaikan kepada publik.

Frank bahkan menyebut citra Hotman Paris sebagai advokat yang memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil kini terlihat lebih sebagai strategi pemasaran untuk menarik perkara-perkara bernilai besar.

Baca Juga: Polisi Bakal Usut Tuntas Laporan PWI Pusat soal Ucapan Hotman Terhadap Wartawan

Tak lama setelah itu, Fritz Hutapea juga ikut menjadi perhatian publik usai mengunggah Instagram Story yang menyinggung nama Benny Djannah, asisten pribadi Hotman Paris.

Lantas, siapa sebenarnya Frank dan Fritz Hutapea?

Frank Hutapea, Pengacara Lulusan Inggris yang Dirikan Firma Hukum Sendiri

Frank Hutapea merupakan putra sulung Hotman Paris Hutapea. Ia dikenal sebagai advokat yang memiliki rekam jejak panjang di dunia hukum, termasuk lebih dari satu dekade berkarier di firma hukum milik ayahnya, Hotman Paris & Partners.

Pada Desember 2025, Frank mendirikan firma hukumnya sendiri bernama FRANK Solicitors dan menjabat sebagai Founder sekaligus Managing Partner. Firma tersebut fokus menangani kebutuhan hukum korporasi, institusi keuangan, hingga individu dengan perkara kompleks.

Baca Juga: Orang-orang Dekat Prabowo Kompak Bantah Hotman Paris

Sebelum mendirikan kantornya sendiri, Frank bergabung dengan Hotman Paris & Partners sejak 2014 sebagai Associate. Kariernya berkembang pesat hingga dipercaya menjadi Partner pada 2017.

Selama berkarier, ia menangani berbagai perkara mulai dari sengketa perbankan, litigasi komersial, restrukturisasi utang, kepailitan, sengketa pertambangan, perpajakan, hingga perkara pidana dan hak kekayaan intelektual.

Frank juga memiliki pengalaman internasional melalui program magang di sejumlah firma hukum ternama dunia, termasuk di London dan Singapura.

Dari sisi pendidikan, Frank meraih gelar Bachelor of Laws (LL.B.) dari University of Kent, Inggris, dengan konsentrasi hukum perbankan dan keuangan. Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum di Indonesia serta pernah mengikuti program hukum bisnis di London School of Economics and Political Science (LSE).

Sementara itu, dalam urusan percintaan, pada Januari 2025, Frank resmi menikah dengan Winona Delany Tandra.

Fritz Hutapea, Partner Hotman Paris yang Kini Pimpin Startup Hukum

Berbeda dengan sang kakak, Fritz Hutapea saat ini dikenal sebagai Chief Executive Officer (CEO) Hukumku, platform layanan hukum berbasis teknologi yang didirikannya sejak 2023.

Meski aktif di dunia legal-tech, Fritz tetap berkarier sebagai Partner di Hotman Paris & Partners sejak 2021. Fokus praktiknya mencakup restrukturisasi utang, hukum korporasi, investasi asing, kepatuhan regulasi, kepailitan, hingga manajemen risiko perusahaan.

Baca Juga: Sahroni Tegur Keras Hotman Paris: Jangan Bawa-bawa Presiden dan Anggap Ini Sebuah Dagelan

Perjalanan Fritz di firma hukum milik ayahnya dimulai sejak 2013 sebagai Legal Assistant. Ia kemudian dipercaya mengisi berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Head of Public Relations yang membangun hubungan dengan media, kantor hukum internasional, dan berbagai kedutaan besar.

Di bidang pendidikan, Fritz memiliki latar belakang akademik internasional. Ia meraih gelar Bachelor of Laws (LL.B.) dari University of Westminster, London, serta gelar Sarjana Hukum dari Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta.

Ia juga mengikuti berbagai program akademik di sejumlah kampus ternama dunia, termasuk University of Oxford, Columbia University, dan University of Cambridge.

Tak hanya aktif di dunia hukum, Fritz juga dikenal terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Ia mendirikan program pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak kurang mampu serta program olahraga untuk membantu pengembangan karakter generasi muda.

Untuk diketahui, kini baik Frank maupun Fritz menjadi perhatian publik setelah kritik terbuka mereka terhadap langkah hukum yang diambil sang ayah memicu perdebatan luas di media sosial.