Kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan drastis berdasarkan hasil survei terbaru Lembaga Media Survei Nasional (Median).

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengatakan pendukung Prabowo belakangan melakukan migrasi besar-besaran ke Dedi Mulyadi.

Menurutnya, ada banyak faktor yang memicu publik mencabut kepercayaan mereka terhadap Prabowo salah satunya adalah kasus mega korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyeret sejumlah petinggi lembaga tersebut. 

Baca Juga: Mas Gibran Jangan Terlalu Pulas Tidur, Anda Bisa Ditendang Prabowo Seperti Marcos Menyingkirkan Duterte!

Kemudian kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Jaksa Agung Febrie Adriansyah memperparah kondisinya. Masyarakat semakin tidak percaya kepada Prabowo.

“Publik awalnya berharap besar Prabowo akan serius memberantas korupsi. Namun, ketika terjadi dugaan korupsi triliunan di Badan Gizi Nasional (BGN) dan kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, kepercayaan mereka langsung runtuh,” kata Rico dilansir Selasa (1/9/2026).

Kendati kepercayaan publik terhadap Prabowo mulai tergerus, namun elektabilitasnya masih mencapai 32,4 persen yang membuatnya masih bertengger di posisi pertama. Namun angka ini melorot jauh jika dibandingkan elektabilitasnya saat Pilpres 2024 lalu yang mencapai 58,59 persen.

“Penurunan suara Prabowo terindikasi kuat mengalir ke Dedi Mulyadi, khususnya di wilayah Jawa Barat. Di Jabar, elektabilitas Dedi melesat hingga 40 persen, sementara Prabowo tertinggal di angka 10 persen,” beber Rico.

Secara nasional, persaingan di posisi kedua dan ketiga berlangsung sangat sengit: Dedi Mulyadi: 20,6 persen Anies Baswedan: 20,5 persen

Menurut Rico, suara Anies relatif stabil karena memiliki basis pendukung yang loyal, mengingat pada Pilpres 2024 ia memperoleh 24 persen suara. Namun, Rico memberikan catatan khusus bagi Anies jika ingin terus bersaing.

"Anies tidak boleh slow down. Kalau ingin menaikkan elektabilitas, dia harus mau keliling Indonesia lagi, mengingat Dedi Mulyadi dalam dua bulan terakhir semakin giat berkunjung ke berbagai daerah," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Lebih Oke Menjaga Demokrasi Ketimbang Jokowi, Buktinya Budi Arie Tak Ditangkap dengan Tuduhan Makar

"Survei Median guna memotret realitas politik terkini ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 21 Juli–2 Agustus 2026 terhadap 1.212 warga berhak pilih di 38 provinsi, dengan margin of error 2,76 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen," kata Rico.