Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara soal kabar dirinya bakal meninggalkan Partai Gerindra dan berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dedi memastikan kabar tersebut tidak benar.

Bahkan, Dedi menegaskan dirinya hingga kini masih tercatat sebagai bagian dari struktur kepengurusan Gerindra. Ia juga membantah isu kepindahan partai tersebut secara tegas.

“Iya itu tiba-tiba (isu) dari mana? Sampai hari ini saya adalah Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Gerindra. Itu (isu) bukan tidak benar, tapi sudah bohong alias hoax,” kata Dedi, dikutip Rabu (26/8/2026).

Dedi juga memastikan belum ada keputusan maupun langkah politik untuk meninggalkan partai yang selama ini menjadi kendaraan politiknya hingga membawanya ke kursi Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga: Dengar Nih! Ini Balasan Dedi Mulyadi untuk Tukang Nyinyir...

Isu kepindahan Dedi ke PSI sebelumnya mencuat setelah dirinya melakukan safari ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut, Dedi diketahui memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Aktivitas sosial itu kemudian dikaitkan dengan isu perpindahan partai. Namun, tidak ada pernyataan Dedi yang menunjukkan bahwa kunjungannya ke NTT merupakan bagian dari manuver politik untuk mendekati PSI.

Kabar tersebut rupanya juga membuat internal Gerindra ikut kebingungan. Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Buky Wibawa mengaku sempat dibanjiri pertanyaan wartawan mengenai isu Dedi akan bergabung dengan PSI.

Baca Juga: Jawa Barat Masih Punya PR, Dedi Mulyadi Cari Panggung ke NTT: Sindrom Selebritis

Buky kemudian langsung menghubungi Dedi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Saya enggak tahu informasi itu awalnya dari mana. Tiba-tiba banyak wartawan yang meminta konfirmasi ke saya. Kang Dedi juga mengaku tak tahu informasi dari mana itu muncul,” ujar Buky.

Dengan penegasan tersebut, Dedi memastikan isu dirinya bakal meninggalkan Gerindra dan bergabung dengan PSI tidak lebih dari kabar hoaks. Hingga kini, ia masih menjalankan posisinya sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Gerindra.