Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melontarkan kritik pedas terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya konsep Kopdes Merah Putih sangat berbeda dari konsep Koperasi yang dicetus Bung Hatta dimana bapa bangsa itu menginisiasi koperasi yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan tolong-menolong untuk memperbaiki nasib ekonomi rakyat yang lemah. Konsep fundamental itu justru sama sekali tak ditemukan di Kodes Merah Putih yang selalu dibangga-banggakan Prabowo itu.
Baca Juga: Prabowo Ujug-ujug Bangun URI, Mahfud MD: Maaf Pak Saya Bukan Londo Ireng tapi Itu Salah!
"Konsepnya koperasi ini aneh, tidak seperti yang dikonsepkan dan dibicarakan oleh Bung Hatta selama belasan tahun sebelum merdeka dan sesudah Indonesia merdeka. Di mana konsep koperasi itu gotong royong dengan modal dari bawah," ujar Mahfud dilansir Olenka.id dari saluran YouTube Mahfud MD Official Rabu (11/8/2026).
Bukan tanpa alasan, Mahfud mengatakan konsep Kopdes Merah Putih aneh lantaran sumber modalnya yang disebut-sebut berasal dari pinjaman Bank Himbara dengan patokan bunga 6 persen. Dia mempertanyakan mekanisme pembagian keuntungan, tak hanya itu ia juga mempertanyakan pihak mana saja yang bertanggung jawab jika koperasi gagal bayar.
“Devidennya mau dibagi ke siapa? Dan beban bunganya kalau rugi selama 6 tahun itu siapa anggotanya?" tegasnya.
Tak hanya itu hal lain yang turut disoal Mahfud adalah masalah pembangunan gedung Kopdes Merah Putih yang belakangan ramai disorot dan viral di media sosial. Dimana gedung Kopdes Merah Putih banyak dibangun di tempat sepi yang jauh dari pemukiman warga..
"Apalagi pembangunan gedungnya cakadut. Ada yang di kuburan, ada yang di pantai, dan macam-macam," ucapnya.
Menurut Mahfud pembangunan yang terkesan ngawur itu bukan sebuah kebetulan, dia menduga itu merupakan imbas dari pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat. Mulanya satu Kopdes dianggarkan hingga Rp1 miliar lebih namun, dalam implementasinya, pengelola hanya menerima sebagian kecil.
Baca Juga: Habib Rizieq Semprot Mahfud MD: Dulu Lu Bubarin FPI, Sekarang Teriak Amar Ma'ruf Nahi Mungkar!
"Konon anggarannya Rp1 koma sekian miliar, tapi jatuhnya cuma sekian ratus juta dan disuruh bangun agar jadi. Nah, yang sampainya dari atas ke tengah sampai ke bawah hanya sekian ratus juta di desa itu, dan desanya tidak dapat apa-apa dari proyek ini," pungkasnya.