Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak pada sektor penerbangan global, termasuk aktivitas bisnis di Indonesia. Veronica H Sisilia, Direktur Komersial InJourney, mengungkapkan bahwa eskalasi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran turut memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah bandara yang dikelola perseroan.
Menurut wanita yang karib disapa Tata itu, perkembangan konflik dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan perubahan rute hingga pembatalan penerbangan yang berdampak langsung pada ekosistem penerbangan di bawah pengelolaan InJourney.
“Apa yang terjadi dua atau tiga hari terakhir sudah pasti berdampak pada ekosistem kami. Pengalihan pesawat dari bandara-bandara yang terdampak konflik juga akan berimbas ke bandara yang dikelola InJourney,” ujar Tata kepada Olenka beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Lebih dari 4.000 Penerbangan Batal Imbas Ketegangan di Timur Tengah
Tata menjelaskan, eskalasi konflik di Timur Tengah menyebabkan sejumlah maskapai melakukan penyesuaian rute penerbangan, termasuk pengalihan jalur untuk menghindari wilayah udara yang dinilai berisiko.
Kondisi tersebut berpotensi memicu pembatalan penerbangan maupun perubahan jadwal yang berdampak pada operasional bandara. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh maskapai, tetapi juga seluruh rantai ekosistem yang terkait dengan aktivitas penerbangan.
“Kalau terjadi pengalihan rute atau pembatalan penerbangan, maka efeknya akan berlipat. Multiplier effect-nya pasti dirasakan oleh seluruh ekosistem yang ada di InJourney,” jelasnya.
Baca Juga: 144 Juta Mobilitas Lebaran, InJourney Posisikan Sarinah sebagai Cultural Touchpoint Strategis
Ekosistem tersebut meliputi berbagai layanan yang berkaitan dengan operasional bandara, seperti layanan penumpang, pengelolaan terminal, layanan kargo, hingga aktivitas komersial di area bandara.
Tata juga menegaskan bahwa gangguan penerbangan akibat konflik global memiliki potensi dampak yang cukup luas. Tidak hanya memengaruhi jadwal penerbangan, tetapi juga berdampak pada pergerakan penumpang, logistik, serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada transportasi udara.
Menurutnya, perubahan jadwal atau pembatalan penerbangan dapat mengganggu ritme operasional bandara yang telah dirancang berdasarkan jadwal penerbangan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Baca Juga: Creative Advisor InJourney Berbicara Syarat Kolaborasi di Dunia Industri Kreatif
“Kalau ditanya berpengaruh atau tidak, tentu saja sangat berpengaruh. Apalagi kita tidak tahu konflik ini akan berlangsung berapa lama,” katanya.
Meski menghadapi tantangan akibat situasi geopolitik global, Tata memastikan bahwa InJourney telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih luas.
Perusahaan terus memantau perkembangan situasi global serta melakukan evaluasi operasional secara berkala untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi yang terjadi.
Baca Juga: Wanti-wanti Krisis BBM di Tengah Penutupan Selat Hormuz
“Kami selalu melakukan penyesuaian berdasarkan perkembangan yang terjadi, termasuk apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan dengan baik serta meminimalkan dampak terhadap penumpang dan mitra bisnis di sektor penerbangan.