Industri kelapa sawit nasional menghadapi tantangan krisis sumber daya manusia (SDM) karena regenerasi tidak berjalan dengan optimal.

Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI), Djono Albar Burhan, mengatakan bahwa minat talenta muda untuk terjun di industri kelapa sawit relatif rendah. Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan industri kelapa sawit nasional ke depan.

"Ada sebuah ironi yang terlihat di mana orang tua atau petani sawit menyekolahkan anak hingga ke pendidikan tinggi, tetapi kemudian anaknya enggan untuk meneruskan perkebunan sawit," katanya kepada redaksi Olenka di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: BPDP Jadi Lokomotif Pengembangan SDM Sawit Nasional

Djono Albar Burhan menjelaskan, generasi muda Indonesia tidak memandang industri kelapa sawit sebagai sektor yang menjanjikan bagi masa depan mereka. Ia meyakini bahwa persepsi tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan keterlibatan anak muda dalam industri kelapa sawit nasional sangat minim.

Ia berharap, industri sawit bisa lebih terbuka terhadap inovasi, kreativitas, dan teknologi sehingga bisa menjadi ekosistem kerja yang ramah bagi generasi muda. Ia mengatakan bahwa cara kerja generasi muda sangat lekat dengan digitalisasi sehingga industri sawit harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terjadi dewasa ini.

"Karena yang diinginkan anak muda saat ini adalah mereka ingin bisa mengembangkan passion. Misalnya di industri sawit memperlihatkan bahwa hal-hal yang dilakukan bersifat monoton dan tidak bisa mengembangkan diri tentu itu mengurangi motivasi anak muda," paparnya.

Per tahun 2025 lalu jumlah tenaga kerja yang terserap pada industri sawit nasional mencapai hampir 17 juta orang baik secara langsung maupun tidak langsung. Tercatat, sebanyak 9,7 juta orang merupakan tenaga kerja langsung yang bekerja di perkebunan kelapa sawit rakyat hingga perusahaan perkebunan kelapa sawit negara-swasta.

Djono mengatakan bahwa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memiliki peran strategis dalam pengembangan SDM di industri kelapa sawit. Ia mengatakan, program beasiswa yang diinisiasi oleh BPDP menjadi harapan bagi kemajuan industri kelapa sawit ke depan.

Apalagi, para peserta program beasiswa memiliki motivasi tinggi untuk memajukan industri kelapa sawit nasional karena mereka memiliki latar belakang keluarga sebagai anak-anak petani sawit atau anak-anak pekerja sawit.

"Ini merupakan langkah baik dan nyata untuk membantu meningkatkan SDM dari petani generasi pertama ke anak-anaknya generasi kedua dan ketiga. Melalui beasiswa ini, SDM dari anak-anak petani dan pekerja sawit ini dapat ditingkatkan dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri kelapa sawit ke depan," pungkasnya.