613 Guru, Delapan Minggu, Satu Perubahan Nyata
Kolaborasi antara Direktorat GTK Madrasah Kemenag RI dan British Council diawali dengan pemetaan kompetensi untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran Bahasa Inggris guru MTs dan MA. Program percontohan Continuing Professional Development (CPD) kemudian dijalankan sebagai fondasi pengembangan ke depan.
Sebanyak 613 guru dari hampir seluruh provinsi di Indonesia telah menyelesaikan program ini. Country Director Indonesia and Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, menjelaskan bahwa pelatihan dilakukan secara daring dalam format terstruktur, didukung e-moderator serta sesi langsung mingguan untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga. Pendekatan berbasis data ini memberikan gambaran objektif tentang kebutuhan pengembangan guru sekaligus menjadi rujukan kebijakan selanjutnya.
Baca Juga: British Council Umumkan Pemenang Study UK Alumni Awards 2026 di Indonesia
Perubahan yang Terasa di Ruang Kelas
Dampaknya mulai terlihat. Selama delapan minggu pelaksanaan, guru mengadopsi pendekatan yang lebih berpusat pada siswa. Interaksi kelas menjadi lebih aktif. Kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris meningkat—dan itu berdampak langsung pada partisipasi siswa.
Ni’Matus Zahroh, guru Bahasa Inggris MTsN 15 Jombang, merasakan perubahan itu secara personal.
“Kesempatan pengembangan diri bagi pendidik di madrasah belum banyak. Melalui program ini, guru Bahasa Inggris di madrasah bisa memberikan pengajaran yang menyenangkan bagi murid dan menginspirasi untuk terus belajar demi menghasilkan generasi yang beriman dan berakal,” tuturnya.
Di ruang-ruang kelas yang sebelumnya sunyi, kini diskusi lebih hidup. Siswa lebih berani berbicara. Bahasa tak lagi menjadi tembok, melainkan jembatan.