Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. Kocok ulang susunan kabinet yang dilakukan pada Rabu (20/2/2025) itu memang mengejutkan sejumlah pihak sebab usia kabinet yakni sangat muda yakni baru 122 hari.
Pengamat politik UIN Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan, menilai perombakan susunan kabinet yang masih berusia seumur jagung itu merupakan sinyal Presiden Prabowo kepada seluruh menterinya supaya lebih sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat.
Baca Juga: Cak Imin Minta Prabowo Bentuk Kementerian Haji dan Umrah
Prabowo Seperti sedang menegaskan bahwa dirinya tak sungkan mendepak siapapun yang dianggap menghalangi laju roda pemerintahan. Susunan kabinet bisa ia utak atik kapan saja, ini sekaligus menjadi efek kejut bagi para menteri supaya lebih maksimal bekerja.
“Reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo di masa pemerintahannya yang masih seumur jagung ini sekaligus menjadi sinyal bagi menteri yang lain bahwa kapan pun Presiden mau, reshuffle bisa terjadi,” ujar Ahmad Bakir Kamis (20/2/2025).
“Paling tidak langkah reshuffle ini bisa menjadi efek kejut bagi menteri lainnya untuk bekerja lebih serius dan istiqamah dalam garis instruksi Presiden. Bila tidak siap, mundur adalah pilihan terbaik,” tambahnya.
Kendati dinilai tak sungkan memecat menteri dengan kinerja melempem, namun Kepala Negara juga dinilai tak melakukan reshuffle secara serampangan. Ada sejumlah pertimbangan yang sudah dipikirkan masak-masak salah satunya adalah hitung-hitungan politik.
“Misalnya, posisinya di partai politik. Ini akan berbeda dengan menteri yang tidak memiliki latar belakang partai politik. Pertimbangannya tidak akan sepanjang menteri dari Parpol, apalagi jika posisinya sebagai Ketum,” ujar Ahmad.
Sebagaimana diketahui bersama, Presiden Prabowo Subianto merombak susunan Kabinet Merah Putih pada Rabu (19/2/2025) dengan melantik enam orang pejabat.
Dari enam orang pejabat itu, ada satu orang menteri yang dilantik yakni Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Brian dilantik Keputusan Presiden Nomor 26b Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029.
Kemudian, Prabowo juga melantik kepala dan wakil kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yakni Muhamamd Yusuf Ateh dan Agustina Arumsari.
Sebelumnya, Ateh menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) kepala BPKP, sedangkan Agustina adalah Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi.
Mereka dilantik berdasarkan Keppres Nomor 27b Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Kemudian, Prabowo juga melantik kepala dan wakil kepala Badan Pusat Statistik, yaitu Amalia Adininggar Widyasanti dan Sonny Harry Budiutomo Harmadi.
Amalia sebelumnya merupakan plt kepala BPS, sedangkan Sonny adalah pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Baca Juga: Prabowo: Negara Gagal Jika Tidak Miliki Sistem Hukum
Amalia dan Sonny dilantik berdasarkan Keppres Nomor 28b Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).
Lalu, Prabowo juga melantik Letjen Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Sandi dan Siber Negara berdasarkan Keppres Nomor 29b Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).