Siapa yang tidak mengenal Orang Tua Group, merek berbagai macam produk yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan konsumen Indonesia. Namun, tahukah kamu siapa orang di balik suksesnya Orang Tua Group?
Pendiri Orang Tua Group adalah Chandra Djojonegoro atau Chu Sam Yak. Ia mendirikan perusahaan ini bersama saudara kandungnya, Chu Sok Sam. Mulanya, mereka berdua membuka usaha anggur kemasan di Medan, Sumatera Utara.
Orang Tua Group berdiri sejak tahun 1948 dan bisnis ini dikelola secara turun-temurun. Hamid Djojonegoro menjadi salah satu sosok dibalik suksesnya Orang Tua Group.
Dalam keluarganya, Hamid Djojonegoro merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia memiliki kakak laki-laki bernama Husain Djojonegoro dan Chu Jang Lie yang merupakan seorang perempuan. Sementara itu, Pudjiono Djojonegoro merupakan saudara terakhir.
Sepeninggal Chandra pada 1988, bisnis keluarga kemudian dilanjutkan oleh Husein, Hamid, dan Pudjiono. Anak-anak dari pamannya, Chu Sok Sam, juga turut berkecimpung di bisnis ini.
Hamid Djojonegoro mulai melejit kariernya di Orang Tua Group pada 1977 sebagai Direktur Pemasaran. Dalam dunia bisnis, ia cukup aktif melakukan kolaborasi dengan saudara-saudaranya untuk memperkuat Orang Tua Group. Pada 1997, ia menggantikan ayahnya sebagai Presiden Direktur setelah sang pendiri meninggal dunia.
Perusahaan ini pada awalnya dikenal dengan produk anggur kolesom cap Orang Tua. Lalu, mulai merambah ke berbagai macam produk, mulai dari makanan, minuman, hingga produk perawatan diri. Beberapa di antaranya adalah Formula, wafer Tango, Teh Gelas, MintZ, Blaster, Oops, Kiranti, hingga Anggur Merah Cap Orang Tua.
Baca Juga: Mengenal Sosok Marina Budiman, Jadi Wanita Terkaya di Indonesia Berkat Bisnis Data Center
Saat ini, Orang Tua Group telah berkembang ke berbagai sektor, termasuk makanan dan permen, perawatan pribadi, hingga minuman manis. Produk-produk dari Orang Tua Group bahkan telah mendominasi pasar nasional.
Hamid Djojonegoro dikenal sebagai pengusaha inovatif dengan strategi pengembangan produk yang selalu mampu mengikuti tren pasar.
Jadi Keluarga Terkaya di Indonesia
Setelah ayah Hamid Djojonegoro wafat, grup bisnis Orang Tua semakin berkembang dan menggurita di berbagai macam sektor.
Melansir Forbes, Hamid Djojonegoro memiliki harta kekayaan sebesar 1,15 miliar dolar AS atau setara Rp17,7 triliun. Jumlah kekayaan tersebut menjadikan mereka masuk dalam daftar 50 keluarga terkaya di Indonesia pada 2023.
Keluarga Hamid Djojonegoro
Berbicara soal kehidupan pribadinya, Hamid Djojonegoro yang lahir pada tahun 1954 ini menikah dengan Soe Joeng Hua. Mereka dikaruniai dua orang putra bernama Soeharto Djojonegoro dan Soebroto Djojonegoro.
Menariknya, kedua putra Hamid sama-sama menikah dengan putri generasi kedua dari Lippo Group, James T. Riady. Pada 2005, Soeharto Djojonegoro menikah dengan Caroline Riady. Lalu, Soebroto Djojonegoro mempersunting Stephanie Riady tahun 2012.
Baca Juga: Hamid Djojonegoro Ajak Anak Muda Keluar dari Zona Nyaman dan Jajal Hal Baru
Kekayaan Hamid Djojonegoro
Di bawah kepemimpinan Hamid Djojonegoro, Orang Tua Group berkembang pesat dan berhasil menembus pasar global. Produk-produknya kini telah diekspor ke berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Pria kelahiran 1954 itu merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya mencapai USD 1,25 miliar atau sekitar Rp 18,54 triliun berdasarkan laporan Forbes tahun 2023. Kekayaan tersebut berasal dari kepemilikannya atas Orang Tua Group, perusahaan makanan dan minuman ternama di Tanah Air.
Hal ini bisa dicapai Hamid Djojonegoro karena selalu berinovasi dengan kreatif. Tak hanya itu, ia juga peduli terhadap lingkungan dan terus berkomitmen untuk menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan. Kebijakan inilah yang menjadikan bisnis Orang Tua Group tetap kompetitif di pasar internasional.