Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Beathor Suryadi mengatakan penangkapan terhadap eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo Cs menyusul terbongkarnya penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto seharusnya menjadi momentum yang pas bagi kepala negara untuk bersih-bersih Kabinet Merah Putih. 

Beathor mengatakan menteri dan pejabat yang terindikasi berafiliasi pada geng Solo, sebutan untuk kelompok politik yang terhubung dengan Joko Widodo (Jokowi) harus segera disingkirkan, hal ini demi meminimalkan serangan lanjutan pasca terbongkarnya aksi penyadapan itu. 

Baca Juga: Pernyataan Istana Keras, Politik Busuk Listyo Sigit Cs Bakal Dilawan Habis-habisan

"Bersihkan Kabinet dari Geng Solo," kata Beathor kepada wartawan dilansir Jumat (6/11/2026).

Beathor menegaskan, membiarkan kaki tangan Jokowi tetap bercokol di dalam pemerintahan jelas sangat berisiko bagi Prabowo, kepala negara berpotensi kembali ditusuk dari belakang sebagaimana yang dilakukan Listyo Sigit. 

Ia menyoroti perjalanan karier Listyo Sigit yang mendapatkan posisi strategis di institusi kepolisian pada masa pemerintahan Jokowi. 

Listyo menjabat Kapolres Solo saat Jokowi menjadi Walikota Solo. Saat menjadi Presiden RI, Jokowi mengangkat Listyo sebagai ajudannya,

Hingga kemudian Listyo dilantik Jokowi sebagai Kapolri pada Januari 2021 dan menjabat hingga Oktober 2026.

Menurut Beathor, riwayat tersebut perlu menjadi bahan evaluasi Prabowo dalam menentukan siapa saja orang yang dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

“Listyo punya sejarah posisinya dari Jokowi. Maka, dia sangat loyal terhadap kepentingan Jokowi,” kata Beathor.

Baca Juga: Kasus Penyadapan Prabowo, Jokowi Harus Segera Ditangkap!

Ia menilai, seorang presiden harus memastikan bahwa seluruh pejabat yang berada dalam lingkaran kekuasaannya bekerja berdasarkan kepentingan negara dan mandat presiden, bukan kepentingan politik mantan penguasa.