Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode 2009–2014, Ignasius Jonan mengatakan salah satu syarat mutlak yang wajib dipenuhi sebagai seorang pemimpin adalah tak boleh banyak mengeluh.

Baginya pemimpin yang suka mengeluh adalah atasan yang tak bakal bisa menghasilkan apa-apa. Pengeluh tak paham memaksimalkan potensi dalam berbagai keterbatasan, mereka tak bisa melakukan gebrakan atau merevolusi suatu perusahaan ke arah yang jauh lebih baik.

Baca Juga: Kata-kata Jonan Buat Anak Muda: Jadi Diri Sendiri dan Bermanfaat Buat Orang Lain

Ketika pemimpin hanya mengeluh ia tak akan bisa menemukan solusi, yang ada ia hanya mencari-cari alasan.

“Ilmunya satu, tidak boleh banyak mengeluh. Mengeluh peralatannya kurang, apa, fasilitasnya kurang, penghasilannya kurang. Kalau sudah banyak mengeluh, pasti Anda gak akan menghasilkan apa-apa, Anda akan bisa merubah apa-apa,” kata Jonan dilansir Olenka.id Senin (9/3/2026).

Sebaliknya pemimpin hebat kata Jonan adalah mereka yang mampu melihat peluang dari berbagai keterbatasan. Kekurang sana-sini dipandang sebagai tantangan yang mesti dituntaskan. Dengan prinsip yang demikian, seorang pemimpin mampu membawa perubahan besar. 

“Kalau Anda sendiri yakin anda itu pemimpin yang hebat, ya apapun yang dikasih anda pasti bisa berubah,” ujarnya.

Jonan sendiri telah membuktikan diri sebagai salah satu pemimpin hebat ketika ia mengubah Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi angkutan massal yang jauh lebih ramah penumpang. 

Harus diakui KAI sebelum era Jonan adalah angkutan umum yang carut marut, manajemennya berantakan. KAI di era itu bukan angkutan yang nyaman.

Ketika masuk KAI, Jonan mampu melakukan perubahan di berbagai sektor dalam berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mampu memaksimalkan seluruh unit kerja yang membawa perubahan besar pada wajah perkeretaapian Tanah Air yang diwariskan hingga sekarang ini.

“Waktu saya di Kereta Api baru masuk itu, kan mungkin 70-80 persen ASN di kereta api sebanyak 24.700 gitu, yang pegawai tetap. Nah, 70 persen dari 24.700 itu pendidikan formalnya itu hanya SD dan SMP,” ucapnya.

Baca Juga: Dahlan Iskan: Danantara Perlu Cari Dirut BUMN yang Setara Ignasius Jonan

“Kalau dulu saya mengeluh, wadah kereta api akan tetap seperti dulu, nggak akan jadi apa-apa. Ini prinsip kepemimpinan bahwa pemimpin itu tidak boleh banyak mengeluh. Wah ini saya kurang, anak buah saya kurang, kalau sudah terlalu banyak mengeluh, berantakan pasti,” tambahnya memungkasi.