Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia periode 2009–2014, Ignasius Jonan, menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif harus dimulai dari keteladanan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki pendidikan tinggi atau pengalaman luas, tetapi juga harus mampu memberi contoh nyata kepada orang-orang yang dipimpinnya.
Jonan menyebut pendekatan kepemimpinan yang paling kuat adalah leading by example. Ia menilai tindakan nyata dari seorang pemimpin akan menjadi pijakan bagi anggota organisasi untuk memahami nilai, standar perilaku, serta arah yang ingin dicapai bersama.
“Memimpin itu caranya cuma satu, yaitu memberikan contoh. Leading by example. Ini menurut saya amat sangat penting,” ujar Jonan dalam sebuah kesempatan dikutip Olenka pada Minggu (08/03/2026).
Baca Juga: Ignasius Jonan Bicara Modal Utama Seorang Pemimpin
Ia menambahkan bahwa tanpa keteladanan, generasi penerus di dalam organisasi akan kehilangan pegangan yang jelas dalam bekerja dan mengambil keputusan. Keteladanan dari pemimpin dinilai dapat membentuk keteguhan hati serta semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Jonan juga menyinggung pengalamannya ketika memimpin PT Kereta Api Indonesia. Saat ia meninggalkan perusahaan tersebut sekitar 12 tahun lalu, sempat muncul kekhawatiran dari sejumlah pihak bahwa kinerja perusahaan akan kembali menurun.
Namun, menurut Jonan, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Ia menilai keberlanjutan kinerja perusahaan tidak hanya bergantung pada sosok pemimpin, tetapi juga pada budaya kerja yang telah dibangun sebelumnya.
Baca Juga: Dahlan Iskan: Danantara Perlu Cari Dirut BUMN yang Setara Ignasius Jonan
“Waktu saya pergi dari kereta api, banyak yang bilang kereta api pasti akan ambruk lagi. Saya bilang tidak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa selama memimpin, dirinya berupaya menanamkan nilai pelayanan terbaik kepada masyarakat serta membangun semangat kerja yang berorientasi pada manfaat bagi banyak orang.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri maupun pimpinan perusahaan, Jonan mengatakan perkembangan PT Kereta Api Indonesia tetap berjalan positif. Hal ini menurutnya menunjukkan bahwa budaya kerja yang dibangun melalui keteladanan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Andy F. Noya Puji Prestasi Ignasius Jonan Terkait Transformasi KAI
Jonan pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan sebelum kemudian ditugaskan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kini setelah pensiun dari jabatan publik, ia melihat berbagai perubahan yang terjadi sebagai bukti bahwa kepemimpinan yang berbasis teladan mampu menciptakan sistem yang berkelanjutan.
Menurut Jonan, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan mana yang benar dan mana yang tidak, serta menanamkan semangat pelayanan kepada seluruh anggota organisasi.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kepemimpinan bukan sekadar mencapai target organisasi, tetapi juga memastikan setiap individu di dalamnya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.