Nama Djarum Group kembali menyita perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Konglomerasi bisnis milik keluarga Hartono tersebut dikaitkan dengan berbagai aksi korporasi di Indonesia, termasuk mengenai kemungkinan Djarum Group akan mengambil alih brand kecap Bango dari Unilever.
Spekulasi tersebut muncul seiring kabar bahwa Unilever tengah mengevaluasi portofolio bisnis untuk fokus pada kategori inti dengan nilai pertumbuhan tinggi, seperti segmen beauty & wellbeing, personal care, home care, dan nutrition.
Di sisi lain, Djarum Group dikenal sebagai salah satu konglomerasi yang tengah agresif melakukan diversifikasi bisnis. Selain memiliki bisnis utama di industri rokok, Djarum Group juga memiliki portofolio di sektor perbankan melalui Bank Central Asia (BCA), teknologi dan perdagangan digital melalui Blibli Group, hingga elektronik melalui Polytron.
Baca Juga: Djarum Group Tuntaskan Akuisisi SariWangi dari Unilever Indonesia
Tak hanya itu, Djarum Group juga terus memperluas diversifikasi bisnis dengan masuk ke segmen minuman teh melalui akuisisi brand SariWangi dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada Maret 2026. Hal tersebut seakan menjadi sinyal bahwa bukan tidak mungkin akan ada aksi korporasi lanjutan antara Djarum Group dan Unilever. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi baik dari Djarum Group maupun Unilever terkait kabar akuisisi brand Bango tersebut.
Terlepas dari itu, selama setahun terakhir, Djarum Group telah melakukan akuisisi terhadap sejumlah perusahaan dan brand ternama. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Baca Juga: Kisah Pendirian Djarum Group
SariWangi
Djarum Group melalui PT Savoria Kreasi Rasa resmi menuntaskan akuisisi bisnis SariWangi dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada Maret 2026. Dalam aksi tersebut, Unilever menjual bisnis teh SariWangi kepada Djarum Group dengan nilai transaksi Rp1,5 triliun.
Remala Abadi (DATA)
Pada pertengahan tahun 2026, Djarum Group juga memperkuat bisnis Internet Service Provider (ISP) dengan mengakuisisi 51% saham PT Remala Abadi Tbk (DATA).
Akuisisi dilakukan Djarum Group melalui PT Protelindo yang juga merupakan entitas anak dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Surya Semesta Internusa (SSIA)
Djarum Group melalui PT Dwimuria Investama Andalan mengakuisisi saham SSIA dari PT Arman Investment Utama secara bertahap. Saat ini, akumulasi kepemilikan Djarum Group dalam SSIA mencapai 10,24%.
RS Hermina
Pada pertengahan tahun 2025, Djarum Group melalui PT Dwimuria Investama Andalan resmi mengakuisisi 3,6% saham pengelola RS Hermina, yakni PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Untuk mengakuisisi RS Hermina, Djarum Group merogoh kocek hingga Rp1,04 triliun.