Menjaga kesehatan otot sering kali dianggap penting hanya ketika seseorang memasuki usia lanjut. Padahal, penurunan massa dan kekuatan otot atau sarcopenia dapat dicegah sejak usia produktif melalui kombinasi latihan beban dan pemenuhan asupan protein harian.

Pesan tersebut menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan HiLo Strong Fest 2026, festival olahraga yang digelar serentak di 14 kota di Indonesia sebagai bagian dari kampanye #NabungOtot. Kegiatan ini juga bertepatan dengan momentum World Sarcopenia Day yang diperingati setiap 4 Juli.

Head of Area Marketing Division Nutrifood, Nina Agustriana, mengatakan kesehatan otot merupakan investasi jangka panjang yang perlu mulai dibangun sejak dini, bukan ketika fungsi tubuh mulai menurun.

Baca Juga: Waspada Sarcopenia, Pentingnya Menjaga Massa Otot Sejak Usia Produktif

"Melalui HiLo Strong Fest, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kesehatan otot bukan hanya isu bagi lansia, tetapi investasi yang perlu dimulai sejak usia produktif. Karena itu, selain aktif bergerak dan berolahraga, penting juga memastikan asupan protein harian terpenuhi. Inilah semangat #NabungOtot yang kami usung, membangun kekuatan tubuh hari ini untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan," ujar Nina dikutip Olenka pada Senin (13/07/2026).

Setelah diselenggarakan di 10 kota pada 2025, HiLo Strong Fest tahun ini diperluas ke 14 kota dengan melibatkan lebih dari 8.000 peserta. Beragam kelas olahraga seperti Body Combat, Pilates, Barre, Poundfit, hingga Hybrid Fitness Race dihadirkan untuk mengenalkan latihan yang dapat membantu meningkatkan kekuatan otot.

Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, sarcopenia merupakan kondisi yang kerap luput dari perhatian, tetapi berdampak besar terhadap kualitas hidup seseorang.

Baca Juga: Olahraga Setiap Hari Tanpa Istirahat Bisa Merusak Otot? Ini Penjelasan Dokter Tirta

"Sarcopenia tidak hanya memengaruhi kekuatan otot, tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan. Individu dengan sarcopenia memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterbatasan aktivitas, penurunan mobilitas, hingga penurunan fungsi fisik dan kognitif," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki memang baik untuk kesehatan jantung, tetapi belum cukup untuk mempertahankan massa otot.

"Latihan yang paling efektif adalah resistance training atau latihan beban. Tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan kekuatan, tetapi menjaga fungsi dan kemandirian dalam jangka panjang. Pada akhirnya, menjaga otot adalah menjaga kualitas hidup," kata dr. Andhika.

Selain olahraga, pemenuhan kebutuhan protein juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otot. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia, kebutuhan protein harian orang dewasa mencapai sekitar 60 gram per hari untuk perempuan dan 65 gram per hari untuk laki-laki, serta dapat meningkat sesuai tingkat aktivitas fisik.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, HiLo juga memperkenalkan HiLo Clear Water Protein Peach, minuman tinggi protein yang dilengkapi kalsium, vitamin, dan mineral serta bebas laktosa, sebagai salah satu pilihan praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian masyarakat.

Tak hanya melalui festival olahraga, HiLo juga menjalankan berbagai program edukasi, mulai dari diskusi ilmiah bagi tenaga kesehatan, pelatihan guru pendidikan jasmani, hingga kolaborasi dengan komunitas olahraga melalui HiLo Strong Club. Upaya ini dilakukan untuk mendorong masyarakat menjadikan latihan kekuatan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.