Growthmates, obat yang masih tersisa setelah digunakan sering kali disimpan untuk berjaga-jaga jika suatu saat dibutuhkan kembali. Kebiasaan ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan sebelum kembali menggunakan obat tersebut, yakni batas waktu pemakaian setelah kemasan dibuka atau dikenal dengan istilah beyond use date (BUD).
Pharmacist, Dr. apt. Lucy Novianti, MM, menjelaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya berpatokan pada tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan obat. Sebab, setelah kemasan dibuka, obat dapat mengalami perubahan akibat paparan udara, cahaya, maupun kondisi lingkungan lainnya.
Lucy mengingatkan bahwa obat yang sudah dibuka berpotensi mengalami proses degradasi, baik secara fisik maupun kimiawi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas dan kualitas obat.
"Obat masih ada sisa, disimpan. Tidak salah. Tapi yang menjadi salah, selalu menjadikan patokannya adalah tanggal kedaluwarsa," tutur Lucy, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram @ibupedia_id, Kamis (5/11/2026),
Lucy menambahkan, dalam dunia farmasi terdapat istilah beyond use date, yakni batas waktu obat masih boleh digunakan setelah kemasan atau wadahnya dibuka. Batas waktu ini berbeda-beda, bergantung pada jenis formula, cara pembuatan, serta bagaimana obat tersebut disimpan.
"Obat yang telah dibuka itu sudah terpapar, misalnya cahaya dan udara. Sehingga, terjadi proses farmasi atau kimiawi yang membuat obat mengalami degradasi," jelasnya.
Lebih lanjut, Lucy memaparkan, cara penyimpanan turut menentukan stabilitas obat setelah dibuka. Misalnya, obat yang dibiarkan di dalam mobil dengan suhu panas berisiko mengalami perubahan kualitas.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan petunjuk penyimpanan pada kemasan dan tidak meletakkan obat sembarangan.
"Contohnya, setelah dibawa, obatnya ditaruh di mobil. Panas. Stabilitas obat pasti akan terganggu. Simpanlah di tempat yang sesuai, seperti di dalam kamar, dan tidak boleh terkena cahaya matahari langsung," paparnya.
Baca Juga: Darah Tinggi Naik-Turun, Perlukah Tetap Minum Obat?