2. Klaim “Organik”

Banyak produk bayi dan anak berlabel "Organik" yang perlu diwaspadai karena bisa jadi hanya klaim sepihak dari produsen tanpa sertifikasi resmi dari pihak ketiga terpercaya seperti Ecocert COSMOS Organic. 

Ada produsen yang tetap menempelkan klaim organik hanya karena menggunakan satu bahan baku organik, sementara 99% sisanya merupakan bahan sintetis.

Penggunaan bahan organik bersertifikat memastikan bahwa bahan-bahan organik dalam produk skincare diproses tanpa pestisida, pupuk kimia, dan rekayasa genetika (GMO). Pada kulit bayi yang sensitif, paparan residu bahan-bahan tersebut dari produk organik abal-abal dapat memicu iritasi, alergi, hingga risiko kesehatan.

Apa yang harus dilakukan? Pilih produk yang memiliki sertifikasi resmi Ecocert COSMOS. Untuk mendapatkan sertifikasi ini, produk wajib memenuhi standar ketat, yaitu minimal 95% dari bahan berbasis tumbuhan di dalamnya merupakan bahan organik. 

Selain itu, produk dilarang keras menggunakan silikon, paraben, turunan minyak bumi, hingga bahan rekayasa genetika. Ecocert juga memastikan bahwa kemasan produknya ramah lingkungan dan pabrik pembuatnya diaudit secara fisik setiap tahun.

Namun, memiliki klaim sertifikasi saja belum cukup. Konsumen tetap perlu memastikan bahwa sertifikasi tersebut benar-benar valid. Untuk memastikan sebuah produk memiliki sertifikasi Ecocert COSMOS Organic yang resmi, konsumen dapat melakukan pengecekan melalui basis data resmi Ecocert Greenlife. 

Selain itu, konsumen juga harus berhati-hati terhadap produk atau perusahaan nakal yang mencantumkan nama dan logo Ecocert COSMOS secara ilegal (pelanggaran merek dagang). Kamu bisa memeriksa daftar perusahaan atau produk dengan klaim palsu tersebut di halaman resmi Unauthorized references to Ecocert.

Baca Juga: 10 Tren Skincare yang Sebaiknya Dihentikan Menurut Dokter Kulit

3. Klaim “Dermatologically Tested”

Memastikan produk skincare bayi dan anak telah diuji secara klinis (Dermatology tested) sangat penting agar kulit mereka terhindar dari iritasi dan alergi, serta tidak merusak struktur pertahanan kulit (skin barrier) anak yang dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapannya.

Sayangnya, label "Dermatologically tested" tidak memiliki definisi hukum yang pasti. Produsen bisa saja mengklaim produknya sudah teruji secara klinis, padahal pengujiannya hanya dilakukan pada sedikit orang dewasa dalam hitungan hari saja tanpa melakukan pengujian pada kulit dengan karakteristik seperti kulit anak.

Apa yang harus dilakukan? Pilih produk yang terpercaya karena telah mencantumkan hasil pengujian yang spesifik, misalnya diuji klinis di bawah pengawasan dokter anak (pediatrician-tested) dan mau mempublikasikan ringkasan hasil uji klinisnya. 

Agar lebih yakin, kamu bisa proaktif menghubungi layanan konsumen resmi dari merek produk tersebut untuk menanyakan bukti uji klinisnya.