Temuan batu ginjal kerap bikin orang panik karena identik dengan tindakan operasi. Padahal, tidak semua kasus batu ginjal harus ditangani lewat pembedahan.

Dilansir dari detikHealth, spesialis urologi Bethsaida Hospital, dr. Boyke Budiman Sumantri, SpU, menjelaskan bahwa keputusan soal jenis penanganan yang diperlukan sangat bergantung pada ukuran batu serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Baca Juga: Bukan Cuma Gejala Gerd, Mual Hingga Nyeri Perut Bisa Jadi Tanda Gangguan Ginjal

Ia juga menyebut ada kondisi yang disebut "silent stone", yakni batu ginjal yang ditemukan pada pasien yang sebenarnya tidak merasakan keluhan apa pun, biasanya terdeteksi secara tidak sengaja lewat medical check-up rutin.

Meski tidak menimbulkan gejala, dr. Boyke menekankan kondisi ini tetap perlu diperiksa lebih lanjut, termasuk lewat pemeriksaan laboratorium. Jika hasilnya menunjukkan ada infeksi pada urine, batu tersebut berisiko menjadi tempat berkembang biaknya kuman, sehingga sebaiknya tetap dihilangkan meski tanpa gejala.

Salah satu opsi penanganan tanpa operasi yang bisa ditempuh adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Metode ini bekerja dengan memecah batu ginjal memakai gelombang kejut dari luar tubuh, tanpa perlu sayatan atau tindakan bedah sama sekali.

Baca Juga: Penyakit Batu Empedu Kini Banyak Menyerang Anak Muda, Dokter Ungkap Penyebabnya

Soal seberapa efektif metode ESWL dalam menghancurkan batu ginjal, dr. Boyke menyebut hal ini tergantung pada karakteristik batu itu sendiri serta jenis gelombang kejut yang digunakan saat prosedur berlangsung.