-
Mengurangi rasa nyeri
Latihan pernapasan juga dapat membantu meredakan berbagai jenis nyeri, baik yang bersifat akut maupun kronis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa teknik pernapasan dalam dan perlahan dapat mengurangi nyeri setelah operasi, meredakan nyeri saat persalinan, hingga membantu mengatasi nyeri punggung bawah kronis.
Para ahli menduga manfaat ini terjadi karena latihan pernapasan mampu merangsang produksi opioid alami tubuh yang berperan dalam mengendalikan rasa sakit. Selain itu, teknik ini juga membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga dapat mengurangi stres, kecemasan, hingga ketegangan otot yang sering memperburuk rasa nyeri.
Tak hanya itu, latihan pernapasan secara rutin juga dapat memperkuat otot-otot yang berperan dalam proses bernapas, seperti diafragma, otot perut, dan dasar panggul. Kondisi ini membantu memperbaiki postur tubuh sehingga berpotensi mengurangi keluhan nyeri, terutama pada area punggung bawah.
Oleh karena itu, saat merasakan nyeri, bernapas secara perlahan dan teratur dinilai lebih bermanfaat dibandingkan mengambil napas pendek atau menahan napas.
Baca Juga: Survei Ungkap 90% Ibu Indonesia Kewalahan Tiap Pagi saat Anak Kembali Sekolah
-
Mengelola Stres & Kecemasan
Stres dan kecemasan merupakan masalah yang cukup umum dialami banyak orang. Bahkan, gangguan kecemasan diperkirakan pernah dialami oleh lebih dari 30% orang dewasa setidaknya sekali dalam hidupnya.
Salah satu cara sederhana yang dapat membantu mengelola kondisi tersebut adalah latihan pernapasan. Jika dilakukan secara rutin dan dipadukan dengan terapi atau penanganan lain, teknik ini dapat membantu memperbaiki suasana hati, meredakan stres, serta menurunkan detak jantung dan laju pernapasan.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa manfaatnya dalam kondisi tertentu bisa lebih efektif dibandingkan latihan mindfulness.Manfaat ini diduga berkaitan dengan kemampuannya menurunkan kadar kortisol, yaitu hormon yang meningkat saat seseorang mengalami stres.
Sebuah penelitian juga menemukan bahwa peserta yang rutin melakukan latihan pernapasan diafragma selama delapan minggu mengalami penurunan kadar kortisol yang signifikan, sekaligus peningkatan kemampuan untuk tetap fokus dan penuh perhatian.
Ada berbagai jenis latihan pernapasan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, mulai dari box breathing, pernapasan diafragma, teknik 4-7-8, hingga pernapasan dengan bibir mengerucut. Masing-masing memiliki manfaat yang berbeda, seperti membantu meredakan stres dan kecemasan, meningkatkan fungsi paru-paru, mengontrol tekanan darah, hingga mengurangi sesak napas.
Kabar baiknya, sebagian besar teknik ini mudah dilakukan di rumah dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit setiap hari. Jika dilakukan secara rutin, latihan pernapasan dapat menjadi cara sederhana namun efektif untuk mendukung kesehatan fisik maupun mental.
Semoga bermanfaat!