IRRESISTIBLE BAZAAR kembali memperluas komitmennya dalam mendukung pertumbuhan brand lokal berkualitas melalui peluncuran Intellectual Property (IP) terbaru, IRRESS LOCAL, pada Agustus 2026.
Mengusung semangat “Solusi Melalui Kolaborasi”, IRRESISTIBLE BAZAAR meyakini kolaborasi menjadi salah satu cara untuk menghadapi tantangan ekonomi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bersama bagi pelaku industri kreatif dan fashion lokal.
Founder IRRESISTIBLE BAZAAR sekaligus Owner Ginger Luxthings dan DAMBHA OFFICIAL, Marisa Tumbuan, mengatakan peluncuran IRRESS LOCAL merupakan bentuk nyata dari komitmen yang selama ini telah dijalankan pihaknya untuk memberikan ruang bagi brand lokal.
“In this economy betul seperti yang dikatakan oleh rekan-rekan seperjuangan dari brand lokal sebelumnya tadi, bahwa mari kita mencari solusi daripada menangisi kondisi ekonomi global dan nasional yang tengah sulit lewat kolaborasi mutualisme bersama,” ujar Marisa dalam Intimate Media Gathering IRRESS LOCAL di Teras by Plataran Dharmawangsa Square, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: IFA Archipelago Perluas Ekosistem Fashion dan Kecantikan ke Daerah, Banjarbaru Jadi Kota Perdana
Menurut Marisa, dukungan terhadap brand lokal bukan hal baru bagi IRRESISTIBLE BAZAAR. Selama 11 tahun penyelenggaraannya, brand lokal berkualitas yang telah melewati proses kurasi secara konsisten diberikan kesempatan untuk hadir dalam perhelatan bazaar tersebut.
“Sudah lama brand lokal berkualitas yang lolos kurasi kami ikut dalam acara bazaar dari tahunan lalu. Namun memang secara persentase masih terbilang di bawah 10 persen. Kali ini antusiasme dari sesama brand lokal kian meningkat dan kami pun menyambut dengan terbuka dan siap mendukung penuh,” katanya.
IRRESS LOCAL akan hadir perdana dalam IRRESISTIBLE BAZAAR Kota Kasablanka pada 26–30 Agustus 2026. Sebanyak 11 brand lokal terpilih akan bergabung dalam gelaran tersebut, yakni BAZIA, COTTON INK, DAMBHA OFFICIAL, DIBBA OFFICIAL, HAIDEE & ORLIN, MKS SHOES, SROJA, SAMADENGAN THE LABELS, RIERA HOMEWEAR, ROLLAND STUDIO EYEWEAR, serta WOU BATIK BY LENY RAFAEL.
Sebelas brand tersebut telah melalui proses kurasi yang mencakup berbagai aspek, mulai dari konsistensi dan kualitas produk, nilai yang dibangun oleh brand, komunitas pelanggan, hingga respons serta ulasan masyarakat.
Baca Juga: PURANA Rayakan 17 Tahun lewat Renjana Perca, Dorong Ekonomi Sirkular dan Sustainable Fashion
“Pemilihan brand lokal tidak dilakukan secara sembarangan tentunya. Saya dan tim banyak melakukan riset dan observasi dan mengulik detail. Banyak variabel mulai dari konsistensi produk, kualitas produk, nilai brand yang dibangun, komunitas pelanggan loyal yang dimiliki hingga respons dan review jujur dari masyarakat akan brand tersebut,” ungkap Marisa.
Kehadiran IRRESS LOCAL juga mendapat sambutan positif dari para pelaku brand yang terlibat. Salah satunya Meity Savitri, Owner Haidee & Orlin, yang menilai kesempatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus menghadirkan koleksi khusus.
“Kesempatan yang luar biasa bagi kami Haidee & Orlin untuk bisa bergabung di acara IRRESISTIBLE BAZAAR. Dulu sejak saya masih jadi karyawan, IRRESSBAZAAR selalu rutin ada setiap bulannya di semua pusat perbelanjaan. Khusus untuk IRRESS LOCAL kami akan merilis koleksi spesial yang pertama kalinya hanya ada di sini,” ujar Meity.
Hal senada disampaikan Adhitya, Owner sekaligus Founder Rolland Studio Eyewear. Brand tersebut baru berdiri sekitar lima bulan dan melihat IRRESS LOCAL sebagai kesempatan untuk memberikan pengalaman langsung kepada calon konsumen untuk melihat sekaligus mencoba produk kacamata.
Sementara itu, Leny Rafael selaku partner bisnis dan Direktur Kreatif WOU Batik menilai kolaborasi menjadi salah satu kunci bagi brand lokal untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri fashion.
“Brand lokal Indonesia bisa tetap bertahan dan berkembang sukses dengan cara kolaborasi. Karena kalau ditelisik lebih jauh, kualitas produk kita tidak kalah saing dengan produk dari luar. Bahkan bisa dikatakan lebih baik, khususnya dari sisi kreasi desain,” kata Leny.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dalam industri fashion, khususnya busana muslim dan modestwear, yang bahkan telah mendapat perhatian dari konsumen mancanegara.
DIBBA Official juga menyambut positif kehadiran IRRESS LOCAL. Brand tersebut belakangan semakin dikenal setelah produknya dikenakan sejumlah figur publik, termasuk Anggun, girl group Indonesia NO-NA, serta Puteri Indonesia 2026.
“DIBBA Official ingin memperlihatkan bahwa keunikan desain rancangan dan kualitas produk-produk Indonesia pun bisa bersaing secara global. Harapannya makin banyak brand lokal Indonesia yang dilirik oleh masyarakat luas. Di IRRESS LOCAL nanti pun kami akan menyiapkan koleksi yang limited edition yang hanya akan ada di acara ini,” ujar Arif yang mewakili DIBBA Official.
Marisa berharap IRRESS LOCAL dapat berkembang menjadi wadah yang mempertemukan brand lokal berkualitas dengan konsumen sekaligus menciptakan pengalaman berbelanja yang berbeda.
“Semoga IRRESS LOCAL dapat menjadi barometer baru mengenai bazaar yang menghadirkan brand lokal berkualitas terkurasi yang tentunya dengan keunggulan produk. Tujuan lainnya, ingin sekali menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen setia ketika berbelanja di IRRESS LOCAL,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran brand lokal bersama branded sellers di IRRESISTIBLE BAZAAR bukan ditujukan untuk menciptakan persaingan, melainkan membangun ekosistem melalui kolaborasi yang saling mendukung.
“Terakhir, saya ingin menggaungkan juga semangat bahwa brand lokal membersamai branded sellers di IRRESSBAZAAR. Tidak saling berkompetisi tapi saling mendukung melalui kolaborasi yang positif dan baik,” pungkas Marisa.
Selain menghadirkan IRRESS LOCAL, IRRESISTIBLE BAZAAR Kota Kasablanka juga akan menggelar sejumlah kegiatan workshop edukatif dan aplikatif secara gratis. Program ini terbuka untuk umum dengan kuota 25 peserta yang mendaftar lebih awal.
Workshop pertama akan digelar pada Rabu (26/8/2026), berupa kegiatan menghias kemeja lama menjadi tampilan baru menggunakan ornamen renda dan beads serta membuat korsase dari kain perca batik bersama Leny Rafael. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi styling kacamata bersama Rolland Studio Eyewear.
Selanjutnya, pada Kamis (27/8/2026), pengunjung dapat mengikuti Bartega Workshop bersama Bartega Studio untuk melukis dan menghias tote bag.
Kehadiran berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IRRESISTIBLE BAZAAR menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga memberikan edukasi dan ruang interaksi bagi konsumen serta pelaku brand lokal.