Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli turut menyoroti temuan 141 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menerima dana operasional tanpa benar-benar beroperasi. 

Menurut Guntur Romli temuan itu mengkonfirmasi bahwa tata kelola anggaran di negara ini sangat bobrok. 

Baca Juga: MK Sebut MBG Bertentangan dengan Konstitusi, Denny Indrayana: Bukti Prabowo Melanggar Sumpah Jabatan!

“Negara macam apa ini?! Kok bisa 414 dapur MBG dapat dana miliaran tanpa beroperasi,” kata Guntur Romli dilansir Olenka.id Jumat (31/7/2026). 

Parahnya lagi, temuan tersebut justru terkuak di tengah klaim Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengaku sedang melakukan reformasi besar-besaran. Menurut Guntur Romli,  temuan ini justru menelanjangi BGN dan membantah klaim tersebut. 

“Alih-alih menunjukan BGN sedang berbenah, justru menelanjangi betapa bobroknya menejemen internal mereka selama 1 setengah tahun terakhir ini berjalan tanpa pengawasan sementara terus dipagari pembelaan politik dari istana,” tegasnya. 

Kondisi ini kata dia menjadi sangat ironi sebab negara kehilangan ratusan miliar ke ratusan dapur MBG di tengah efisiensi ketat anggaran yang dilakukan pemerintah. 

“Saat transfer dana ke daerah dipotong, kementerian dan lembaga dipaksa efisiensi ketat dan alokasi dana pendidikan digerus demi membiayai MBG, negara justru begitu mudah kecolongan ratusan miliar ke ratusan dapur MBG yang bahkan belum beroperasi sama sekali,” ucapnya. 

Adapun temuan tersebut telah dikonfirmasi 

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Dia mengatakan,  Sebanyak 414 SPPG  sudah menerima pencairan dana, namun faktanya belum beroperasi sama sekali. Ada pula yang tercatat memiliki rekening virtual ganda. Dana tersebut telah dikembalikan. 

Baca Juga: Peraturan Warisan Paman Anwar Usman Bisa Jadi Celah Hukum Lengserkan Gibran

“Meski dana itu katanya sudah dikembalikan, tapi tidak menghilangkan unsur Pidana. Anehnya Dapur SPPP, Mitra dan Siapa saja yg terlihat tidak diumumkan secara Transparan. Mau Disembunyikan,” pungkas Guntur Romli.