PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) resmi membuka program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026–2027. Memasuki dua dekade perjalanan, program bantuan dana riset tugas akhir mahasiswa S1 ini menjadi wujud dukungan Indofood kepada generasi peneliti muda Indonesia yang inovatif, adaptif, dan berdampak.
Suaimi Suriady selaku Ketua Program IRN dan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk mengatakan bahwa IRN 2026-2027 masih mengusung tema "Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal". Hal itu sejalan dengan visi IRN 2026–2027 dalam mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan kekayaan pangan lokal menjadi inovasi pangan fungsional berbasis riset.
"Selama dua dekade, IRN tidak hanya memberikan dukungan dana penelitian, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas bagi ribuan mahasiswa Indonesia. Ini menjadi bentuk nyata komitmen kami untuk turut mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia," ungkap Suaimi, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Ia menambahkan, program IRN 2026–2027 terbuka bagi mahasiswa S1 dari seluruh Indonesia yang tengah menyelesaikan tugas akhir. Setiap mahasiswa dapat mengajukan proposal penelitian mulai dari 29 Mei hingga 31 Agustus 2026, dan selanjutnya akan diseleksi oleh Tim Pakar IRN yang terdiri dari akademisi dan praktisi lintas disiplin ilmu.
"Tahun ini kami mendorong lebih banyak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mengeksplorasi kekayaan pangan lokal Indonesia untuk masa depan pangan yang berkelanjutan," tambahnya.
Sosialisasi Program IRN 2026–2027
Sebagai pembukaan, Indofood akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi IRN 2026–2027 secara daring dan luring ke berbagai universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia sepanjang Juni 2026.
Sesi sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai tema penelitian, mekanisme pendaftaran, kriteria seleksi, serta tips menyusun proposal yang kuat dari Tim Pakar IRN.
Baca Juga: Dari Pangan Lokal ke Inovasi Global, Jejak 20 Tahun Indofood Riset Nugraha
Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, Ketua Tim Pakar sekaligus Guru Besar IPB, berbagi panduan penting bagi calon peserta. Ia memaparkan, proposal yang kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan soal relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi hal yang penting.
"Pastikan latar belakang menjelaskan urgensi penelitian dengan baik, dan pastinya jangan lewatkan batas waktu pengumpulan. Kami menantikan proposal-proposal segar dan inovatif dari seluruh penjuru Indonesia,” ungkapnya.
Tema dan Cakupan Program IRN 2026-2027
Sejalan dengan tema yang diangkat yakni Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal, Prof Purwiyatno meungkapnya bahwa ada hubungan yang erat antara pangan dan kesehatan. Pangan tidak lagi sekedar pemenuhan gizi dan energi, melainkan penopang kesehatan yang krusial, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan pangan fungsional.
"Kami ingin mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk lebih peka, sensitif dan ekploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi disekitar mereka, lalu mentransformasikannya menjadi inovasi pangan fungsional yang berbasis ilmiah," ungkapnya.
Program IRN 2026–2027 menerima proposal penelitian yang berfokus pada eksplorasi sumber daya alam darat dan laut berbasis potensi dan kearifan lokal, mencakup produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan, dan air.
Cakupan bidang penelitian meliputi Agro-Teknologi (Budidaya), Teknologi Proses/Pengolahan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat serta Sosial Budaya, Ekonomi dan Pemasaran. Selain itu, program ini terbuka bagi mahasiswa dari semua program studi, tidak hanya mahasiswa Teknologi Pangan, selama topik penelitian sesuai dengan tema dan bidang cakupan yang ditetapkan.
Berikut ketentuan umum penulisan proposal IRN.
- Proposal diajukan kepada Sekretariat Panitia IRN, dikirim melalui tautan tinyurl.com/DaftarIRN2627
- Penelitian diajukan dalam rangka penyelesaian tugas akhir
- Sesuai dengan tema Program IRN yaitu : Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal
- Format atau sistematika proposal sesuai
- Penelitin dilakukan sesuai dengan bidang studi pengusul
- Proposal wajib mendapatkan persetujuan Dosen Pembimbing/Dekan, disertai dengan cap lembaga (halaman pengesahan dan surat pernyataan peserta)
- Jangka waktu penelitian paling lama 1 (satu) tahun
- Penelitian dilakukan dalam wilayah Republik Indonesia
- Menyertakan riwayat hidup lengkap Peneliti dan Dosen Pembimbing
Penerimaan proposal dibuka 29 Mei hingga 31 Agustus 2026, sedangkan pengumuman penerima dana riset akan dilakukan pada Oktober 2026.
Dua Dekade Mendorong Inovasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang dirintis sejak 1998, IRN telah menjadi salah satu bagian dari pilar Program CSR Indofood - Building Human Capital untuk pengembangan sumber daya manusia.
Selama 20 tahun pelaksanaannya, Program IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Program ini didukung oleh tim pakar lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang terlibat aktif dalam proses seleksi, pendampingan, hingga evaluasi hasil penelitian mahasiswa.
"Selama dua dekade, IRN telah menjadi bagian dari perjalanan lahirnya banyak peneliti muda Indonesia yang kini berkiprah di berbagai bidang. Kami percaya bahwa riset-riset yang lahir dari tangan mahasiswa hari ini dapat menjadi fondasi lahirnya solusi pangan, kesehatan masyarakat, dan inovasi Indonesia di masa depan. Karena itu, kami berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk berkontribusi melalui penelitian yang berdampak," tutup Suaimi.
Sosialisasi Program IRN 2026–2027 secara lengkap dapat dilihat di Youtube Rumah Indofood.