Di kesempatan yang sama, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menilai bahwa IN2MF bisa menjadi momentum kebangkitan produk modest fesyen yang diproduksi oleh UMKM.
Maman juga bilang, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi kiblat fesyen dunia khususnya fesyen Muslim.
"Kami melihat prospek kemajuan fesyen syariah luar biasa potensinya di Indonesia, maka untuk meningkatkan ekonomi, kita semua harus bergandengan tangan mendorong kemajuan industri fesyen dan kreatif di Indonesia," ungkap Maman Abdurrahman.
Maman Abdurrahman juga menyampaikan, peluang untuk menjadi pusat modest fashion sangat terbuka dengan tingginya kreativitas UMKM dan berbagai wastra sebagai kekayaan budaya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tren produk modest fashion baru ke pasar global.
“Selain itu, pemanfaatan digitalisasi dan teknologi juga memberikan peluang besar kepada para desainer modest fashion Indonesia untuk mempromosikan dan memasarkan produk mereka ke pasar global dengan lebih mudah dan murah,” tutur Maman Abdurrahman.
Maman berharap acara seperti IN2MF dapat diadakan secara rutin setiap tahun karena sangat prospektif sebagai media pemasaran produk fesyen di pasar global.
Ia pun menilai, ajang fesyen seperti IN2MF ini dapat menjadi media komunikasi dan sinergi antar desainer di berbagai wilayah di Indonesia untuk terus meningkatkan produktivitas dan karyanya.
"Kami pun mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia sebagai fasilitator, pelaku UMKM, serta desianer sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik, kami di Kementerian UMKM bersama BI akan terus mendukung bapak ibu semua," beber Maman Abdurrahman.
Untuk memastikan keberlanjutan upaya Indonesia menjadi pusat modest fashion dunia, Kementerian UMKM dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sedang menyusun Strategi Nasional Pengembangan Pusat Modest Fashion Indonesia.
Sekedar informasi, puncak pembukaan IN2MF ditandai dengan pemutaran alat pintal benang sebanyak tiga kali, dimaknai sebagai tahun ketiga digelarnya perhelatan mode tersebut.
Acara pembukaan IN2MF 2024 juga turut menghadirkan fashion show karya para pemenang “Fesyar Young Designer Competition” wilayah Kawasan Timur Indonesia, Sumatera, dan Jawa dengan mentor Ali Charisma, Itang Yunasz, dan Wignyo Rahadi dari Dewan IKRA.
Parade tersebut memperlihatkan koleksi modest fashion dengan keragaman wastra yang didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) di sejumlah wilayah, yaitu karya dari Anita Yuni binaan KPw BI Jember, Sevira Tari binaan KPw BI Prov. Sumatera Utara, Muhammad Bilal binaan KPw BI Prov. Sumatera Selatan, Mariani Montu binaan KPw BI Prov. Sulawesi Utara, Febry Ferry Fabry binaan KPw BI Prov. Sulawesi Tengah, Robby Ariny Manasikaka binaan KPw BI Prov. Jambi, Nida Munadiah binaan KPw BI Tasikmalaya, Tya Chandra binaan KPw BI Prov. Jawa Tengah, Fahmi Sasirangan binaan KPw BI Prov. Kalimantan Selatan, dan guest designer dari Malaysia, Melinda Looi.
Rangkaian fashion show pada hari pertama IN2MF 2024 menghadirkan pula Fashion Parade 1 dengan karya dari Iva Lativah, BornNeo, meLOOKmeL, Ning Zulkarnain, TIYASA X ZYA, Nisa Hamzah,SILMAA, ALRAFI, Batikeun, Borneo Batik, Batik Siger, dan BUBU. Kemudian, Fashion Parade 2 dengan koleksi dari Monika Jufry, BEENECA, KHANAAN, Haze Be Wear, Faizah Nawawi, Frisma Exclusive, NEKNIC,Kinandara, Putroh Ramadhan,Ozzy Batik, Dewi Sambi by Uthie Mintiarto, dan ZETA PRIVÉ.
Selanjutnya, Fashion Parade 3 menghadirkan koleksi dari Ija Kroeng by Khairul Fajri Yahya, DYSYNY, IQLEEM, RIU.ID, Lusi Damai, Estivate, Pekatan Batik, LUVNIC by Luffi, Langgam by Evi Amroeni,HijabChic, Shafira, dan XANDER.G by Weda Githa. Menutup parade busana pada hari pertama IN2MF 2024, menampilkan koleksi dari Roemah Kebaya Vielga, Ayu Dyah Andari, BT Batik Trusmi, ASK by Asky Febrianti, Batik Chic by Novita Yunus, Batik Riana Kesuma, Shiroshima Indonesia, Irmasari Joedawinata, Fomalhaut Zamel X Dekranasda Kota Payakumbuh, dan guest designer dari Afrika Selatan, RUBICON. Koleksi tersebut diperagakan pula oleh Ladies Banker Indonesia, yaitu Friderica Widyasari, Handayani, Lisawati, Jenny Wiriyanto, Anika Faisal, Vera Eve Lim, Juanita A. Luthan, dan Alexandra Askandar.
Acara IN2MF 2024 pun semakin meriah dengan penampilan Kahitna yang membawakan sejumlah lagu hitnya seperti Cerita Cinta dan Soulmate.
Tahun ini, IN2MF semakin menggiatkan program-program yang dapat meningkatkan kolaborasi antara desainer, brand, influencer, konsumen, pelaku industri, hingga dengan event-event nasional maupun internasional. Seperti Business Matching Traditional Textiles yang mempertemukan desainer dan jenama nasional maupun mancanegara dengan artisan wastra Nusantara, Seminar Series on Modest Fashion, dan Focus Discussion Group (FGD) untuk meningkatkan kapasitas desainer dan pelaku industri modest fashion di tanah air.
Kegiatan Seminar Series on Modest Fashion pada IN2MF 2024 diawali dengan tema “Modest Fashion Business: Redefing Creativity with STRIVE 25/26” yang mengulas tentang proyeksi tren fesyen tahun 2025/2026 dengan tema STRIVE. Seminar ini menghadirkan narasumber Wedha Gita sebagai Creative Director dan Fashion Designer, Rahayu Budi Handayani sebagai Researcher and Fashion Lecturer Universitas Ciputra, dan Dina Midiani sebagai Trend Expert and Trend Forecasting.
Baca Juga: Strategi Bank Indonesia Dalam Mengembangkan Modest Fashion Nasional, Apa Saja?