Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ekonomi Indonesia tetap baik-baik saja kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah mengalami tekanan.
Dia mengatakan, pemerintah telah mencoba berbagai strategi untuk menjaga daya beli, tren yang terjadi sekarang ini kata dia hanya imbas dari pelemahan ekonomi global.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia
“Ekonomi sedang ekspansi. Daya beli kami jaga mati-matian. Boro-boro krisis, resesi saja belum, melambat saja belum,” kata Purbaya dilansir Selasa (10/3/2026).
Secara historis, Indonesia pernah menghadapi beberapa guncangan ekonomi besar, mulai dari Krisis Finansial Asia 1997–1998, Krisis Keuangan Global 2008, hingga dampak pandemi Covid-19 pada 2020.
Menurut Purbaya, pengalaman tersebut membuat pemerintah memiliki mekanisme mitigasi yang lebih siap dalam menghadapi gejolak pasar global.
“Pengalaman 2008, 2020, kita bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Pelemahan pasar saham dan rupiah biasanya memengaruhi sentimen investor serta volatilitas pasar keuangan. Namun selama indikator makro seperti konsumsi rumah tangga dan daya beli tetap kuat, dampaknya terhadap sektor riil cenderung terbatas.
Baca Juga: Toko Perhiasan Disegel Bea Cukai, Purbaya: Itu Barangnya Spanyol
Pemerintah menilai stabilitas daya beli masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.