Tim dari National University of Singapore berhasil meraih Grand Prize pada kategori Innovation Competition dalam kompetisi tahunan Huawei ICT Competition APAC ke-10 berkat inovasi yang dinilai memiliki nilai komersial sekaligus dampak sosial yang tinggi. Sementara itu, pada kategori Practice Competition, tim dari Vietnam Posts and Telecommunications Institute of Technology berhasil meraih penghargaan tertinggi pada Computing Track dan Cloud Track. Adapun Grand Prize untuk kategori Network Track diraih oleh tim dari Bulacan State University, Filipina.
Selain para pemenang Grand Prize, tim dari Malaysia, Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Laos, Timor-Leste, Hong Kong SAR (Tiongkok), dan Macao SAR (Tiongkok) juga berhasil membawa pulang penghargaan juara pertama, kedua, dan ketiga di berbagai kategori kompetisi. Sebanyak 16 tim terbaik, termasuk para peraih Grand Prize, akan mewakili kawasan APAC pada kompetisi tingkat global yang akan diselenggarakan di Shenzhen pada Juni mendatang dan bersaing dengan lebih dari 100 tim dari seluruh dunia.
Baca Juga: Huawei Cloud Hadirkan Layanan MaaS di Indonesia
”Pengembangan talenta muda merupakan sumber kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan di kawasan. Sejalan dengan ASEAN Digital Masterplan 2030, talenta digital menjadi denyut utama dalam mewujudkan visi transformasi digital ASEAN," ujar Dr. Kao Kim Hourn, Sekretaris Jenderal ASEAN, dalam kata sambutannya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Puncak penyelenggaraan kompetisi tahunan Huawei ICT Competition APAC ke-10 diselenggarakan di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Huawei dengan menggandeng ASEAN Foundation sebagai tuan rumah ini menarik partisipasi lebih dari 8.600 mahasiswa dari 14 negara dan wilayah dalam kategori Practice Competition (yang meliputi Cloud Track, Network Track, dan Computing Track) serta Innovation Competition. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, lebih dari 160 mahasiswa dari 13 negara dan wilayah berhasil melaju ke babak final tingkat Asia Pasifik (APAC).
Dr. Fauzan Adziman, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, menegaskan, ”Kami mengapresiasi inisiatif bersama atas penyelenggaraan ICT Competition APAC yang membuka ruang pembelajaran nyata bagi talenta digital Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga memberikan eksposur berharga bagi generasi muda Indonesia untuk berkompetisi dan berkolaborasi di tingkat regional, sekaligus memperkuat kesiapan SDM digital Indonesia menghadapi era ekonomi berbasis teknologi.”
Dalam rangkaian acara The 10th Huawei ICT Competition APAC Finals and Awards Ceremony ini, Huawei Asia Pacific juga mengumumkan sejumlah kolaborasi dan inisiatif penting yang berfokus pada pengembangan talenta AI. Peter Pan, Vice President Huawei Asia Pacific, mengatakan, “Pada penyelenggaraan ke-10 ini, kami berharap dapat menghadirkan dampak yang lebih besar dengan terus mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi, serta mendukung lahirnya generasi talenta digital berikutnya di kawasan Asia Pasifik.”
Pada kesempatan yang sama, white paper bertajuk “ICT Job Roles and Skills in the Intelligent World” yang dikembangkan bersama oleh Huawei, IDC, OpenAtom Foundation, dan Global Intelligent Internet of Things Consortium resmi diluncurkan untuk pertama kalinya di luar negeri. Disaksikan oleh Dr. Boni Pudjianto, Kepala BPSDM Komunikasi dan Digital Kementerian Komdigi, white paper ini diungkap kepada hadirin oleh Sun Hu, Huawei Service Fellow.
White paper tersebut memaparkan tren utama, perubahan kebutuhan keterampilan, serta jalur pengembangan kompetensi bagi profesi di bidang ICT di era dunia yang serba cerdas. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi sektor pendidikan maupun industri. Bersamaan dengan itu, Huawei ICT Academy juga memperkenalkan pembaruan besar pada kurikulumnya melalui penambahan materi AI yang dilengkapi sumber daya pengajaran komprehensif dan aplikatif bagi universitas serta institusi pelatihan di kawasan Asia Pasifik.
"Huawei terus berkomitmen pada filosofi 'In Asia Pacific, for Asia Pacific' (Di Asia Pasifik, Untuk Asia Pasifik) dengan berperan sebagai jembatan antara pemerintah, universitas, dan industri untuk membangun ekosistem pengembangan talenta ICT yang berkelanjutan di kawasan. Dalam sembilan tahun terakhir, Huawei ICT Academy di kawasan APAC telah berkembang pesat, dari hanya dua institusi di dua negara dan wilayah menjadi lebih dari 500 institusi di 18 negara dan wilayah. Ke depan, Huawei akan terus mengeksplorasi berbagai peluang baru dalam pengembangan talenta AI guna mendukung negara-negara Asia Pasifik dalam menyiapkan generasi talenta digital masa depan," pungkas Peter.