The Coca-Cola Company melalui Coca-Cola Indonesia resmi menghadirkan minuman isotonik Powerade di Indonesia. Peluncuran tersebut digelar di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026), dengan mengangkat semangat gaya hidup aktif sekaligus pentingnya menjaga hidrasi di tengah tingginya mobilitas masyarakat urban.
Acara peluncuran berlangsung meriah dan dihadiri media, komunitas olahraga, influencer lifestyle, serta jajaran perwakilan Coca-Cola Indonesia. Dalam kesempatan itu, perusahaan menyoroti perubahan gaya hidup masyarakat yang kini semakin aktif, baik melalui olahraga maupun aktivitas harian seperti bekerja, commuting, hingga mobilitas di perkotaan.
President Director Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, mengatakan kehidupan masyarakat urban saat ini membutuhkan energi dan hidrasi optimal karena aktivitas sehari-hari juga dapat menguras tenaga fisik maupun mental.
“Aktif bukan hanya soal olahraga berat di gym, tetapi seluruh aktivitas sehari-hari kita juga membutuhkan energi yang besar, apalagi tinggal di kota seperti Jakarta,” ujarnya.
Menurut Eva, kemacetan, mobilitas tinggi, hingga tekanan pekerjaan menjadi bagian dari tantangan masyarakat modern yang membuat kebutuhan menjaga hidrasi tubuh semakin penting.
Ia menambahkan, kehadiran Powerade merupakan upaya Coca-Cola Indonesia untuk lebih dekat dengan konsumen yang memiliki gaya hidup aktif.
“Powerade hadir untuk menemani kehidupan aktif masyarakat Indonesia dan membantu mereka menutup hari dengan bahagia dan tetap powerful,” katanya.
Dalam peluncuran tersebut, Coca-Cola Indonesia memperkenalkan dua varian Powerade, yakni Active Blue dan Active White. Active Blue ditujukan untuk aktivitas fisik dengan intensitas tinggi seperti olahraga, sedangkan Active White difokuskan untuk kebutuhan hidrasi dalam aktivitas harian yang lebih ringan.
Frontline Marketing Director Coca-Cola Indonesia NPNG, Grant Davidson, mengatakan Powerade merupakan official sports drink untuk FIFA World Cup 2026.
Menurutnya, produk tersebut dirancang untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang selama beraktivitas.
Selain peluncuran produk, acara juga menghadirkan sesi diskusi bersama lifestyle influencer Fani Ghassani dan dokter spesialis gizi klinis Diana Felicia Suganda.
Dalam sesi diskusi, Diana menjelaskan tubuh manusia tidak hanya membutuhkan air, tetapi juga elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
“Banyak orang merasa sudah cukup minum air, tetapi masih merasa lemas atau tidak fokus karena elektrolit tubuh tidak tergantikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, aktivitas seperti bekerja di ruangan ber-AC, commuting, hingga mobilitas harian tetap dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit tanpa disadari.
Sementara itu, Fani Ghassani menilai menjaga stamina dan fokus di tengah aktivitas yang padat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat urban dengan mobilitas tinggi.
Menurutnya, progres dalam menjalani gaya hidup sehat tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Progres itu bukan selalu soal hasil besar, tapi tentang terus melangkah dan konsisten,” ujarnya.
Coca-Cola Indonesia juga mengungkapkan tren gaya hidup aktif di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dalam sesi presentasi, perusahaan memaparkan masyarakat kini semakin rutin melakukan olahraga maupun aktivitas fisik ringan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Sebagai bagian dari kampanye gaya hidup aktif, Powerade juga akan menghadirkan sejumlah inisiatif, seperti sweat points di area Car Free Day Sudirman, aktivasi komunitas olahraga, hingga rencana penyelenggaraan Powerade Run di Indonesia.
Melalui peluncuran ini, Coca-Cola Indonesia berharap Powerade dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga hidrasi dan keseimbangan elektrolit tubuh di tengah aktivitas sehari-hari.