Banyak anak muda berlomba mengejar jabatan dan pekerjaan bergengsi di era modern. Namun, mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menilai kesuksesan karier tidak dimulai dari ambisi terhadap status, melainkan dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Pesan tersebut disampaikan Obama dalam podcast “This Is Working” bersama LinkedIn News. Dalam podcast itu, Obama membahas dunia kerja modern, tantangan generasi muda, hingga keterampilan penting untuk membangun karier jangka panjang.

Salah satu pesan utama yang disampaikan Obama adalah pentingnya menjadi sosok yang mampu “get stuff done” atau menyelesaikan pekerjaan secara nyata.

“Belajarlah untuk menyelesaikan pekerjaan,” ujar Obama.

Baca Juga: Fenomena Job Hopping: Strategi Karier Gen Z untuk Naik Gaji dan Cari Work-Life Balance

Menurut dia, banyak orang pandai menjelaskan masalah, tetapi tidak semua mampu mencari solusi.

“Saya melihat di setiap level ada banyak orang yang sangat pandai menjelaskan masalah,” katanya.

Ia melanjutkan, “Yang selalu saya cari adalah seseorang yang berkata, ‘Biar saya yang menangani itu.’”

Pernyataan tersebut menunjukkan dunia kerja membutuhkan individu yang mampu bertindak, bukan sekadar berdiskusi tanpa solusi. Sikap proaktif dan kesiapan mengambil tanggung jawab dinilai lebih penting dibanding hanya memiliki teori atau ide besar.

Jangan Terlalu Fokus pada Jabatan

Selain membahas kemampuan bekerja, Obama juga mengingatkan generasi muda agar tidak terlalu fokus pada jabatan atau status sosial.

Dalam podcast tersebut, ia mengatakan banyak orang terlalu sibuk memikirkan ingin menjadi apa, bukan ingin melakukan apa.

Baca Juga: 6 Hal Kriteria Gen Z Memilih Pekerjaan, Wok-Life Balance Prioritas Utama!

“Lebih khawatirlah pada apa yang ingin kamu lakukan daripada ingin menjadi siapa,” ujar Obama.

Menurut dia, orang-orang paling sukses biasanya adalah mereka yang benar-benar tertarik pada bidang yang ditekuni. Ketika seseorang menikmati pekerjaannya, proses belajar akan terasa lebih alami dan hasil kerja cenderung lebih maksimal.

Obama mencontohkan banyak tokoh sukses dunia tidak selalu memulai karier dengan target jabatan tertentu. Mereka berkembang karena rasa ingin tahu dan ketertarikan mendalam terhadap bidang yang digeluti.

Pesan tersebut dinilai relevan di era media sosial ketika kesuksesan sering kali diukur dari gelar, jabatan, atau pencapaian materi. Padahal, karier yang kuat dibangun melalui proses panjang, konsistensi, dan kualitas kerja.

Kemampuan Menyelesaikan Masalah Dibutuhkan

Dalam dunia kerja modern, kemampuan menjadi pemecah masalah atau problem solver dianggap sebagai salah satu keterampilan penting.

Obama menilai perusahaan dan organisasi selalu membutuhkan orang yang dapat diandalkan saat menghadapi tantangan. Orang seperti ini biasanya tidak banyak mengeluh, tetapi langsung bergerak mencari solusi.

Ia mengatakan atasan akan memperhatikan individu yang memiliki sikap “saya bisa menangani ini”.

Baca Juga: Bukan Soal Gelar, Ini 5 Kriteria Karyawan Pilihan Elon Musk

“Siapa pun yang memimpin organisasi itu akan menyadarinya. Saya jamin,” kata Obama.

Pernyataan tersebut menunjukkan reputasi profesional dibangun melalui tindakan nyata. Orang yang konsisten menyelesaikan pekerjaan dengan baik akan lebih mudah dipercaya dan mendapatkan peluang lebih besar di masa depan.

Hal itu juga dinilai relevan dengan perkembangan dunia kerja yang kini dipengaruhi teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut Obama, kemampuan beradaptasi dan menyelesaikan masalah tetap menjadi nilai yang sulit digantikan mesin.

Kerjakan Tugas Kecil dengan Maksimal

Obama juga menekankan kesuksesan tidak selalu datang dari proyek besar atau posisi tinggi. Perhatian justru sering muncul ketika seseorang mampu menyelesaikan tugas kecil dengan sangat baik.

“Apa pun tugas yang diberikan kepadamu, kerjakan itu dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Orang-orang akan menyadarinya.”

Nasihat tersebut dinilai penting, terutama bagi generasi muda yang kerap menginginkan hasil instan. Banyak orang ingin langsung dipercaya memegang proyek besar, padahal kemampuan profesional biasanya dibentuk dari konsistensi dalam menyelesaikan pekerjaan kecil terlebih dahulu.

Sikap disiplin terhadap hal-hal sederhana akan membangun kepercayaan dari rekan kerja maupun atasan. Dalam jangka panjang, reputasi tersebut menjadi modal penting dalam perkembangan karier.

Passion Tetap Penting

Selain etos kerja, Obama juga menilai passion atau ketertarikan terhadap pekerjaan memiliki pengaruh besar terhadap kesuksesan.

Menurut dia, orang-orang paling berhasil biasanya memiliki rasa ingin tahu mendalam terhadap bidang yang mereka tekuni. Mereka tidak bekerja semata-mata demi uang atau status, tetapi karena menikmati prosesnya.

Obama mengatakan seseorang akan lebih mudah berkembang ketika fokus pada hal yang disukai dan terus memperdalam kemampuan di bidang tersebut.

Karena itu, generasi muda tidak perlu takut mencoba berbagai pengalaman kerja. Setiap pengalaman dapat membantu seseorang menemukan minat, kemampuan, dan arah karier yang paling sesuai.

Relevan bagi Generasi Muda

Nasihat Obama dinilai semakin relevan di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat. Banyak profesi berubah akibat perkembangan teknologi, tren industri, hingga kehadiran AI.

Dalam situasi tersebut, kemampuan teknis saja tidak cukup. Dunia kerja membutuhkan individu yang adaptif, mampu bekerja sama, berpikir kritis, serta berani mengambil tanggung jawab.

Pesan “get stuff done” dari Obama pada akhirnya bukan hanya soal bekerja keras, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu memberikan dampak nyata melalui pekerjaannya.

Generasi muda juga diingatkan agar tidak terlalu sibuk membangun pencitraan di media sosial tanpa meningkatkan kualitas diri. Sebab, dalam dunia profesional, hasil kerja nyata tetap menjadi faktor utama yang menentukan kepercayaan dan peluang karier seseorang.