Bagi Heri, perhatian tersebut membuat pengalaman menjalani terapi rutin terasa lebih ringan. Sikap ramah dari tenaga kesehatan juga membuatnya merasa tetap memiliki keluarga dan orang-orang yang peduli selama menjalani proses pengobatan.

Pengalaman Heri turut menggambarkan upaya Primaya Hospital Bekasi Timur dalam memberikan pendampingan berkelanjutan bagi pasien hemodialisis.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, mengatakan pasien hemodialisis membutuhkan konsistensi karena terapi harus dilakukan secara rutin dalam jangka panjang.

“Pasien hemodialisis memiliki perjalanan perawatan yang panjang dan membutuhkan dukungan yang konsisten. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga berupaya memastikan kebutuhan dan perkembangan pasien dapat terus terpantau,” ungkap dr. Meizar.

Salah satu bentuk upaya tersebut diwujudkan melalui Sahabat Hemodialisis, sebuah program pendampingan berkelanjutan yang dilengkapi dengan logbook untuk membantu memonitor kondisi pasien, baik ketika berada di rumah sakit maupun saat berada di rumah.

“Menjalani hemodialisis secara rutin tentu bukan perjalanan yang mudah. Melalui Sahabat Hemodialisis, kami ingin membangun hubungan yang membuat pasien merasa didengar dan diperhatikan sepanjang prosesnya. Bagi kami, kualitas pengalaman pasien merupakan bagian penting dari layanan yang kami berikan,” tambah dr. Meizar.

Baca Juga: Perimenopause Bukan Akhir, Primaya Hospital Ajak Perempuan Tetap Sehat dan Produktif Jalani Proses Penuaan